Ketika Perempuan Dianggap Tak Lebih Pintar dari Laki-Laki, Apa Itu Mansplaining?

7 November 2023 16:11 WIB

Narasi TV

Ilustrasi obrolan laki-laki dan perempuan. Sumber: Freepik.

Penulis: Rusti Dian

Editor: Margareth Ratih. F

Pernah mendengar istilah mansplaining? Mansplaining adalah situasi di mana laki-laki memberi penjelasan yang tak diminta kepada perempuan karena dianggap tak lebih pintar darinya. Ini merupakan salah satu bentuk diskriminasi gender yang seringkali tak disadari.

Mansplaining terdiri dari dua kata yaitu “man” (laki-laki) dan “explain” (menjelaskan). Dalam hal ini, laki-laki akan menonjolkan kepercayaan dirinya dalam menjelaskan sesuatu. Ia menggunakan nada yang merendahkan, menginterupsi, serta berasumsi bahwa lawan bicaranya tak memiliki pengetahuan tentang topik yang dibicarakan.

Istilah mansplaining pertama kali muncul dalam esai penulis dan aktivis Rebecca Solnit. Dalam esai berjudul “Men Explain Things to Me–Facts Didn’t Get in the Way”, Solnit menganggap mansplaining sebagai kombinasi antara kepercayaan diri berlebih dan ketidaktahuan.

Perilaku mansplaining sebenarnya bisa ditemui dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya ketika kamu sedang berbicara, tiba-tiba teman laki-lakimu memotong pembicaraan. Ketika ditegur, ia justru akan semakin lantang berbicara. Tak jarang ucapannya pun terkesan merendahkan atau menyalahkan argumenmu.

Ciri-ciri mansplaining

Berikut ini ciri-ciri perilaku mansplaining:

  • Memberi penjelasan tentang keahlian atau bidang yang kamu kuasai.
  • Menginterupsi dan berbicara seolah dirinya lebih paham.
  • Berbicara dengan nada merendahkan, meski kata-katanya terdengar sopan dan halus.
  • Meninggikan volume bicara agar lebih dominan.
  • Memberi nasehat atau ajaran yang tak sesuai dengan konteks.
  • Mengintimidasi secara verbal maupun non verbal.

Bentuk diskriminasi gender

Mansplaining termasuk bentuk seksisme yang membahayakan perempuan. Pasalnya, mansplaining mengamini stereotip bahwa perempuan tak lebih pintar dan kompeten dari laki-laki. 

Mansplaining melanggengkan dominasi laki-laki dan subordinasi perempuan di masyarakat. Hal ini dapat berujung pada diskriminasi yang sangat merugikan bagi perempuan.

Dampak dari mansplaining ini adalah perempuan akan merasa dipinggirkan dan dikecualikan secara sistematis. Suara perempuan seolah dibungkam. Perempuan akan kesulitan memperoleh haknya lantaran dianggap tidak kompeten.

Sebuah keputusan bisa saja diambil secara sepihak tanpa melibatkan perempuan. Akhirnya, keputusan tersebut cenderung diskriminatif dan hanya menguntungkan pihak tertentu saja, dalam hal ini yaitu laki-laki.

Meski begitu, tak semua laki-laki sadar sedang melakukan mansplaining. Kamu bisa menegur jika dirasa perilaku tersebut mengganggu. Jangan ragu memberi tahu kompetensimu dalam topik yang dibicarakan, terlebih jika ia mengomentari kemampuanmu. Sudah saatnya perempuan berani bersuara.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR