Bharada Richard Eliezer Sebut Kesaksian Susi Banyak Bohongnya: Ini Daftarnya

1 November 2022 07:52

Narasi TV

Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Richard Eliezer (Bharada RE atau E) melambaikan tangan ke arah awak media saat akan mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2022). Bharada E akan menjalani sidang pembacaan dakwaan terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Penulis: Jay Akbar

Editor: Akbar Wijaya

Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat membantah sejumlah kesaksian yang disampaikan Susi, pekerja rumah tangga Ferdy Sambo dan Putri Candrawati.

Menurut Eliezer keterangan yang disampaikan Susi banyak bohongnya.

“Untuk keterangan dari saudara saksi (Susi) banyak yang bohongnya,” kata Richard saat dimintai tanggapan majelis hakim mengenai kesaksian yang telah disampaikan Susi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (31/10/2022).

Apa saja bantahan yang disampaikan Richard terhadap kesaksian Susi?

Kebohongan Pertama: Richard Larang Yosua Gendong Putri

Bharada Eliezer membantah keterangan Susi bahwa ia sempat melarang Yosua menggendong Putri Candrawati saat mereka berada di Perumahan Cempaka Residence Mertoyudan, Magelang, Senin (4/7/2022).

Menurut Eliezer pada tanggal tersebut ia memang melihat Yosua akan mengangkat Putri dari sofa di lantai satu menaiki tangga ke kamar lantai dua. Namun ia tidak pernah melarang Yosua melakukan itu.

“Benar yang mulia (Yosua mau mengangkat Putri). Dan itu memang saya melihat. Tapi saudara saksi (Susi) menjelaskan bahwa saya mengatakan “jangan gitu lah bang” kepada Yosua. Padahal itu tidak benar. Saya tidak mengatakan itu yang mulia," kata Eliezer.

“Tapi saudara melihat [Yosua mau gendong Putri]?” tanya Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santosa 

“Saya melihat,” jawab Eliezer.

Hakim melanjutkan pertanyaannya kepada Eliezer apakah Yosua benar telah mengangkat Putri atau baru mau mengangkat.

"Baru mau mengangkat," jawab Eliezer.

Hakim juga bertanya kepada Eliezer apakah Yosua mengangkat Putri karena sedang sakit atau tiba-tiba mengangkat.

“Saya tidak tahu pada saat itu beliau sakit atau enggaknya,” jawab Eliezer.

Eliezer menambahkan sebelum Yosua akan mengangkat Putri ia sedang berada di samping luar rumah. Lalu ia dipanggil Yosua untuk membantu mengangkat Putri.

“Pada saat itu saya di samping. Bang Yos memanggil saya yang mulia. Lalu saya datang ke dalam bersama almarhum. Di situ almarhum meminta saya untuk membantu mengangkat Ibu PC. Tetapi pada saat saya mendekat, saudara PC ini menggelengkan tangan ke saya. Jadi saya mundur. Tidak jadi,” terang Eliezer.

“Saudara memang diminta bantuan oleh korban?”

“Benar yang mulia.”

Kebohongan Kedua: Ferdy Sambo Sering Tinggal di Rumah Saguling

Dalam kesaksian di persidangan Susi mengatakan Ferdy Sambo sering tinggal di rumah Jalan Saguling, Jakarta Selatan. Padahal menurut Richard, Ferdy Sambo hanya datang ke rumah di Saguling pada Sabtu dan Minggu.

“Lalu untuk saudara saksi mengatakan bahwa Pak FS lebih sering di Saguling, dan saudara saksi sering menyediakan sarapan pagi untuk saudara FS, karena sesuai faktanya saudara FS ini lebih sering di kediaman Bangka. Untuk Sabtu, Minggu saja baru balik ke Saguling,” ujar Richard.

Perkara apakah Ferdy Sambo lebih sering tinggal di rumah Jalan Saguling atau Jalan Duren Tiga memang menjadi salah satu materi pertanyaan yang dicecarkan hakim kepada Susi.

Hakim: "Seberapa sering saudara Ferdy Sambo tinggal di Saguling Jawaban saudara berubah-ubah."

Hakim: "Kenapa saudara Putri pindah (dari bangka ke Saguling)?"

Susi: "Saya tidak tahu itu."

Hakim: "Setelah saudara Putri pindah ke Saguling apakah saudara Ferdy Sambo ikut pindah ke Saguling atau ke Jalan Bangka?"

Susi: Pindah ikut ke Saguling.

Hakim: "Yang Ini saudara cepat jawabnya, yang tadi jawabnya lupa, mana yang benar, saudara disumpah lho? Kalau keterangan saudara berbeda dengan yang lain saudara bisa dipidanakan lho. Pikirkan dahulu jangan jawab cepat-cepat, saya gak nanya langsung buru-buru jawab."

Hakim: "Apakah saudara Ferdy Sambo ikut pindah ke Saguling?"

Susi: "Ikut."

Hakim: "Setiap hari? (Susi terdiam) yang ini saudara jawabnya susah."

Susi: "Tidak juga."

Hakim: "Seberapa sering saudara Ferdy Sambo pindah ke Saguling tinggal di Saguling?"

Susi: "Sering ke Saguling."

Hakim: "Apakah tidur di sana. Menginap di sana?"

Susi: "Tidur di sana di Saguling."

Hakim: "Tadi saudara bilang tidak sering, jawaban saudara berubah-ubah. Ada apa?"

Hakim: "Seberapa sering saudara Ferdy Sambo tinggal di Saguling? Nanti kami panggil saksi-saksi lain kalau keterangan saudara berubah saya perintahkan jaksa penuntut umum untuk proses saudara. Seberapa sering?"

Susi: "Saya tidak tahu seberapa seringnya. Tapi sering datang."

Hakim: "Tapi saudara tidak tahu apakah menginap atau tidak?"

Susi: "Kalau nginap pasti nginap."

Kebohongan Ketiga: Rumah Duren Tiga Tempat Isolasi Mandiri Ferdy Sambo dan Keluarga

Richard membantah keterangan Susi bahwa Ferdy Sambo dan keluarga menjadikan rumah dinas di Duren Tiga, Jakarta Selatan sebagai tempat isolasi mandiri COVID-19.

Menurut Richard isolasi mandiri Ferdy Sambo dan anak-anaknya biasa dilakukan di rumah Jalan Bangka.

“Beberapa waktu lalu beberapa bulan lalu, saudara FS terpapar covid 19, setelah saya terkena covid, dan ada beberapa ajudan terkena covid, dan saudara FS terkena covid juga, dan untuk isolasinya dilaksanakan di kediaman Bangka," terang Elizer.

Richard menambahkan saat anak perempuan Ferdy Sambo terkena COVID-19, isolasi mandiri juga tidak dilakukan di rumah Duren Tiga melainkan di Jalan Bangka.

"Setelah saudara FS terkena covid, setelah itu anaknya yang perempuan Mbak Detiya itu terkena COVID juga dan isolasinya juga di Jalan Bangka. Jadi tidak pernah ada isolasi di TKP Duren Tiga,” terang Richard.

Kebohongan Keempat: Yosua Tidak Memiliki Kamar di Saguling

Dusta selanjutnya yang dilakukan Susi di persidangan menurut Elizer adalah saat ia mengatakan almarhum Yosua tidak memiliki kamar di rumah Jalan Saguling.

“Saudara saksi tadi mengatakan bahwa saudara almarhum tidak memiliki kamar di Jalan Saguling, saya ingin membantah yang mulia,” ujar Richard.

Richard mengatakan di rumah Saguling Yosua memiliki kamar yang dikhususkan untuk ajudan. Bahkan kamar tersebut dipenuhi barang milik Yosua.

“Karena saudara almarhum memang memiliki kamar di Jalan Saguling. Kamar ajudan di situ barang-barangnya almarhum semua,” kata Eliezer.

Kebohongan Kelima: Tidak Melihat Senjata Laras Panjang dalam Perjalanan Magelang Jakarta

Dalam kesaksiannya Susi mengaku tidak melihat Eliezer membawa senjata api laras panjang di dalam mobil dari perjalanan Magelang menuju Jakarta. Menurut Elizer hal ini tidak mungkin karena senjata yang ia bawa berukuran cukup besar.

“Untuk senpi laras panjang menurut saya saudara saksi melihat, karena menurut saya saudara saksi melihat karena senpi cukup besar. dan di dalam mobil kan kita cuma berempat orang. Dari Jakarta ke Magelang kan pasti kelihatan,” kata Eliezer.

ARTIKEL TERKAIT

TEKS

Unsur-Unsur Pembunuhan Berencana Ferdy Sambo & Putri Candrawati Sebelum Brigadir Yosua Dieksekusi

TEKS

Nyanyian Ismail Bolong dan Praktik Aparat Bekingi Tambang Ilegal di Mata Aktivis

TEKS

Menghitung Berapa Kali Sambo Menangis di Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua

TEKS

Polisi Tangkap Anak yang Aniaya Bapak Lantaran Cekcok Warisan di Majalengka

TEKS

Pakar Kritik Aset Indra Kenz Diserahkan ke Negara, Korban Penipuan Beda dengan Perjudian

TEKS

Sebab Kematian Keluarga di Kalideres Masih Misteri, Polisi Libatkan Tim Gabungan Periksa Jenazah Korban

VIDEO TERKAIT

14:33

Kesaksian Eliezer: Pertengkaran Sambo-Putri dan Perempuan di Rumah Bangka

15:52

Upah (UMP) 2023 Naik, Pengusaha Protes Buruh Juga Protes

23:41

Ancaman Siklus Gempa Cianjur, Jokowi Minta Bangun Rumah Tahan Gempa

17:15

Korban Gempa Cianjur: 162 Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi

01:57

Febri Diansyah, Advokat Istri Sambo: "Tidak Ada Peran Putri sebagai Pelaku"

15:00

Kesaksiannya Berubah-ubah, Ajudan Akhirnya Ngaku Takut Ferdy Sambo

15:50

Akun WA Yosua Tiba-tiba Aktif, Lalu Keluar dari Grup Keluarga

04:59

Obrolan Brigadir Yosua dengan Pacarnya, Vera: "Ibu Sakit, Aku Dituduh Bikin Ibu Sakit."

18:52

Kepala Polisi Korsel Minta Maaf soal Tragedi Itaewon

16:40

Pertama Kali Sambo Berhadapan dengan Keluarga Yosua

NARASI ACADEMY

Content Production
Bikin Video Estetik Tanpa Modal Untuk Investasimu

Sumber penghasilan dari seorang content creator cukup menjanjikan lho, asal kamu harus konsisten untuk menciptakan konten kreatif yang berkualitas. Yuk investasi untuk jadi content creator profesional tanpa modal! Pelajari proses produksi konten secara menyeluruh, memberikan mood hingga menciptakan konten video agar terlihat lebih estetik.

Kelas Online
Content Production
Jadi Content Creator Nggak Pakai Repot

Belakangan ini, content creator menjadi salah satu profesi yang mengasyikan dan menjanjikan! Tapi, kamu harus punya mental yang kuat, memahami esensi, dan bersikap visioner dalam membuat konten. Pada kelas kali ini, Narasi Academy akan akan membantumu agar memiliki kemampuan tersebut, dengan dibimbing oleh narasumber profesional!

Kelas Online
Journalism
Cara Asyik Belajar Jurnalistik

Aksesibilitas informasi membuat semua orang berlomba-lomba menjadi seorang Jurnalis instan! Tapi, gimana ya caranya biar tetap kredibel, bertanggung jawab dan cekatan? Pelajari ilmu jurnalistik dengan cara yang asyik langsung dari pakarnya dengan mempelajari proses pembuatan berita mulai dari wawancara, pengolahan data hingga penyiaran!

Kelas Online
Journalism
Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data

Saatnya ambil peran dengan menjadi pelopor berita investigatif dengan menyajikan informasi yang kredibel, informatif dan mendalam! Pelajari treatment khusus dalam mengemas serta melakukan kurasi berita dengan menyajikan fakta serta data dengan metode storytelling. Daftarkan dirimu di kelas “Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data”.

Kelas Online
Content Production
Rahasia Storytelling Keren, Bikin Konten Makin Beken

Kamu adalah calon content creator professional! Kunci utamanya adalah, menyajikan cerita yang kuat dan mampu membangun emosi dengan audience. Karena itu, kamu harus belajar mengenai storytelling & copywriting untuk mengembangkan ide kreatif! Jangan lewatkan kesempatannya, segera daftarkan dirimu di kelas Narasi Academy kali ini.

Kelas Online
Journalism
KILAT (Kelas Intensif Ilmu Data & Jurnalistik)

Kamu bisa jadi inovator dalam menyebarkan berita yang berkualitas dan kredibel! Caranya dengan menjadi citizen journalism. Setelah mengetahui dasar-dasar ilmu jurnalistik, sekarang kamu mampu mengemas & memproduksi sebuah berita. Pentingnya penyampaian informasi serta mencari point of view yang tepat juga kamu pelajari di kelas kali ini.

Kelas Online

TERPOPULER

KOMENTAR

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya