Lembaga Sosial: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, Jenis, dan Contohnya

7 Agustus 2023 12:08 WIB

Narasi TV

Ilustrasi lembaga sosial. (Sumber: Pexels/Pixabay)

Penulis: Shinta Dewi

Editor: Rizal Amril

Dalam ilmu sosiologi, lembaga sosial merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. 

Lembaga sosial memiliki tugas dan peran khusus yang membantu dalam mengatur tata cara hidup bersama serta mengajarkan nilai-nilai dan menjaga keharmonisan masyarakat. 

Berikut merupakan ciri ciri lembaga sosial, pengertian, fungsi, jenis serta contohnya.

Pengertian lembaga sosial

Lembaga sosial atau social institution adalah sebuah sistem norma dalam kelompok masyarakat yang digunakan untuk mencapai satu tujuan bersama yang dirasa penting oleh orang-orang di dalamnya.

Melansir Modul Pembelajaran SMA Sosiologi Kelas X (2020) terbitan Kemendikbud, lembaga sosial adalah sistem tata kelakuan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan khusus masyarakat.

Lembaga sosial mengatur rangkaian tata cara dalam memenuhi kebutuhan manusia dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup. 

Beberapa lembaga sosial bersifat mengatur, sehingga setiap anggota yang telah tergabung dengan lembaga sosial akan terikat pada peraturan yang wajib dipatuhi.

Aturan tersebut kemudian disebut dengan norma. Norma terdiri dari seperangkat aturan yang tertulis maupun tidak tertulis.

Fungsi lembaga sosial

Lembaga sosial tercipta di masyarakat bukan sekadar untuk mencapai tujuan kelompok, namun juga mencapai tujuan bersama. Tentunya lembaga sosial memiliki berbagai fungsi sebagai berikut:

  1. Memberikan pedoman
    Lembaga masyarakat memberikan pedoman tentang bagaimana caranya setiap individu harus bersikap dan berperilaku dalam menghadapi masalah-masalah yang ada di lingkungan masyarakat.
  2. Memberikan arahan untuk sistem pengendalian
    Lembaga sosial berfungsi untuk memberikan arahan kepada masyarakat yang berfungsi dalam pengadaan sistem pengendalian sosial seperti pengawasan masyarakat terhadap anggotanya.
  3. Menjaga keutuhan masyarakat
    Lembaga sosial juga berfungsi dalam menjaga keutuhan masyarakat karena secara tidak langsung membuat masyarakat saling berhubungan dan bersangkutan.

Ciri-ciri lembaga sosial

Sama seperti lembaga-lembaga pada umumnya, lembaga sosial juga memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan jenis lembaga lain. 

Ciri-ciri lembaga sosial bisa dilihat berdasarkan tujuan yang ingin dicapai lembaga tersebut, sifat sanksi hingga sifat kekekalan. Berikut merupakan ciri-ciri lembaga sosial:

  1. Terstruktur dan kekal
    Lembaga sosial memiliki kekekalan yang berlangsung lama. Hal ini bisa terjadi berkat sifat terstruktur serta norma-norma dalam lembaga sosial tersebut yang harus dipatuhi dan dipertahankan oleh setiap anggota di dalamnya.
  2. Memiliki tujuan
    Salah satu alasan lembaga sosial bisa tercipta adalah dikarenakan adanya tujuan atau visi-misi yang ingin dicapai oleh para anggotanya. Contohnya adalah lembaga pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) yang diciptakan untuk memberikan pendidikan dini kepada anak sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD).
  3. Norma dan sanksi
    Lembaga sosial memiliki norma-norma yang diambil melalui proses panjang hingga mendapat pengakuan dari masyarakat setempat dan harus dipatuhi oleh anggotanya. Selain norma, lembaga sosial tentunya juga memiliki sanksi atau hukuman tentang bagaimana seseorang bersikap atau bertingkah laku.
  4. Alat pelengkap dan perangkat
    Pada umumnya, lembaga sosial memiliki alat pelengkap dan perangkat untuk menunjang aktivitasnya dalam mencapai tujuan. Contohnya, lembaga sosial seperti simbol, lambing atau uang sebagai alat tukar pada lembaga ekonomi.

Jenis lembaga sosial

Lembaga sosial terbagi menjadi enam jenis sesuai dengan fungsi dan tujuannya masing-masing yakni:

  • Lembaga keluarga
    Siapa sangka kalau keluarga kecil ternyata sudah bisa disebut sebagai lembaga. Lembaga keluarga adalah lembaga terkecil yang terbentuk atas pernikahan serta hubungan darah. Meskipun kecil, lembaga keluarga berperan besar dalam kehidupan bermasyarakat. 
  • Lembaga pendidikan
    Lembaga pendidikan adalah lembaga sosial primer. Lembaga ini sudah dari lama diakui oleh masyarakat berkat peran dan pengaruhnya yang besar dalam kehidupan masyarakat. Tujuan dari lembaga pendidikan adalah mengubah perilaku individu menjadi lebih baik dengan melangsungkan proses pendidikan.
  • Lembaga ekonomi
    Lembaga ekonomi adalah lembaga yang melakukan kegiatan di bidang ekonomi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Lembaga ini mengatur hubungan antar manusia karena berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan pokok.
  • Lembaga agama
    Termasuk lembaga primer, lembaga agama berfungsi mengatur kehidupan bermasyarakat pada penganut agama sehingga bisa menyeimbangkan kehidupan dunia maupun akhirat. Lembaga agama diakui dan dapat menunjang kehidupan masyarakat.
  • Lembaga politik
    Mulai dari proses pembentukan hingga pembagian kekuasaan, semua kegiatan lembaga politik ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. Lembaga politik bisa berperan pemerintahan, pemelihara keamanan dan ketertiban hingga melayani dan melindungi masyarakat.
  • Lembaga budaya
    Lembaga budaya berperan dalam mengembangkan budaya,seni, lingkungan ilmu pengetahuan hingga pendidikan dalam masyarakat. Lembaga budaya bisa berbentuk lembaga swadaya masyarakat (LSM), sanggar atau paguyuban yang berperan dalam pelestarian seni dan budaya negara.

Contoh lembaga sosial

Adapun beberapa contoh lembaga sosial sesuai dengan jenisnya yakni:

1. Lembaga sosial pendidikan

  • Taman Kanak-Kanak (TK),
  • Sekolah Dasar (SD),
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP),
  • Sekolah Menengah Atas (SMA),
  • Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),
  • Madrasah Aliyah (MA).

2. Lembaga sosial ekonomi

  • Kementerian Perdagangank,
  • Kementerian Pertanian,
  • Kementerian Kelautan dan Perikanan,
  • Kementerian Negara dan Koperasi.

3. Lembaga sosial kebudayaan

  • Yayasan Lembaga Budaya Nusantara,
  • Lembaga Peduli Seni Batu Bara,
  • Lembaga Seniman Budaya Muslim Indonesia,
  • LKN.

4. Lembaga sosial Agama

  • Majelis Ulama Indonesia,
  • Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia,
  • Perwakilan Umat Buddha Indonesia,
  • Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia,
  • Parisada Hindu Dharma Indonesia.

5. Lembaga sosial Politik

  • Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),
  • Mahkamah Agung (MA),
  • Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),
  • Komisi Yudisial (KY),
  • Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

6. Lembaga sosial keluarga

  • Kantor Urusan Agama (KUA),
  • Pengadilan Agama,
  • Lembaga Perlindungan Anak,
  • Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Lembaga-lembaga sosial memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan bermasyarakat. 

Dengan lembaga sosial, pendidikan, budaya, ekonomi, dan politik memiliki standar norma-norma yang berlaku sehingga menjadi pedoman bagi masyarakat. Itulah ciri-ciri , pengertian, fungsi, jenis hingga contoh lembaga sosial.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR