10 Global Geopark di Indonesia, Empat Di Antaranya Baru Ditetapkan Tahun Ini

9 September 2023 09:09 WIB

Narasi TV

Panorama kawah Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur. Sumber: Antara.

Penulis: Rusti Dian

Editor: Margareth Ratih. F

Indonesia resmi memiliki sepuluh Global Geopark per tahun 2023. Hal ini sesuai dengan putusan Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-216 di Paris pada 24 Mei lalu. Dalam sidang tersebut, ada empat geopark Indonesia yang ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark.

Perlu diketahui, The United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) memberi penghargaan bagi beberapa geopark terbaik di dunia. Gelar UNESCO Global Geopark (UGG) ini juga diraih oleh Indonesia.

Geopark atau taman bumi adalah wilayah geografi yang memiliki warisan geologi dan keanekaragaman geologi bernilai tinggi. Dalam geopark ini terdapat banyak sekali keragaman hayati dan budaya yang dikembangkan dengan tiga pilar utama yaitu konservasi, edukasi, dan pengembangan ekonomi lokal.

Sejak bergabung bersama UNESCO pada 27 Mei 1950, beberapa geopark di Indonesia diakui oleh UNESCO. Hal ini karena adanya keunikan dari sisi geologis, biologis, dan budaya. Keanggotaan UNESCO Global Geopark hanya dibatasi selama empat tahun sebelum ditinjau kembali.

Lantas, mana saja kawasan geopark Indonesia yang diakui UNESCO?

Geopark Indonesia yang diakui UNESCO

Tahun 2023 ini, Indonesia memiliki 10 kawasan geopark yang tersebar di seluruh wilayah. Berikut ini penjelasan daring masing-masing kawasan geopark:

  • Gunung Ijen Geopark

Gunung Ijen Geopark berlokasi di Jawa Timur. Secara administratif, geopark ini berada di dua kabupaten yaitu Banyuwangi dan Bondowoso. Setidaknya ada 14 flora, 27 fauna, dan 6 jenis mamalia yang hidup di kawasan Ijen Geopark ini.

Yang menjadi daya tarik utama di Ijen Geopark ini adalah keberadaan danau kawah berwarna biru kehijauan. Kawah ini mengeluarkan blue fire yang sangat langka di dunia. Wisata ini bernama Kawah Ijen.

  • Maros Pangkep Geopark

Geopark ini berada di Maros Pangkep, Sulawesi Selatan. Bebatuan gampingnya yang menjulang tinggi dan tersusun rapi ini menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya lanskap karst saja, geopark ini juga dikenal sebagai kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah Cina Selatan.

Maros Pangkep juga memiliki flora dan fauna yang beragam. Keunikan lain adalah keberadaan gua yang pernah menjadi tempat tinggal manusia prasejarah. Kini, gua tersebut menjadi “rumah” bagi jutaan spesies kupu-kupu.

  • Merangin Jambi Geopark

Keunikan Geopark Merangin ini adalah keberadaan fosil flora di Jambi. Fosil ini ditemukan di sebagian formasi batuan berusia 296 juta tahun. Jenis fosilnya mulai dari lumut, tumbuhan runjung primitif, dan pakis yang bereproduksi melalui penyebaran biji.

Selain situs purbakala, Merangin Geopark juga menyuguhkan pengalaman rafting terbaik bagi pengunjungnya. Wisatawan dapat mengarungi Sungai Batang Merangin sambil melihat fosil di beberapa tempat pemberhentian.

  • Raja Ampat Geopark

Raja Ampat Geopark memiliki gugusan kepulauan karst yang berusia 439 juta tahun. Kepulauan karst ini berada di Pulau Misool Raja Ampat. Kawasan ini juga dijuluki sebagai “The Emerald Karst in the Equator” karena berada tepat di garis khatulistiwa.

Tak hanya pemandangannya yang indah, Geopark Raja Ampat juga menjadi habitat berbagai satwa dan tumbuhan endemik yang tidak bisa ditemukan di belahan Bumi manapun.

  • Danau Toba Geopark

Danau Toba Geopark berada di Sumatera Utara. Kawasan ini terbentuk dari ledakan super volkano Gunung Toba sekitar 74.000 tahun lalu. Dasar kaldera ini pun terisi air dan berubah menjadi danau terbesar di Indonesia.

  • Belitong Geopark

Belitong Geopark berlokasi di Provinsi Bangka Belitung. Geopark ini memiliki keanekaragaman geologis mulai dari lanskap, bebatuan, mineral, proses geologis dan tektonik, serta evolusi bumi.

Ada empat potensi warisan geologi bernilai tinggi di Belitong Geopark. Potensi tersebut diantaranya geomorfologi batuan granit perairan Pulau Belitung, peninggalan gunung api purba bawah laut Lava Bantal Siantu, mineral timah terbesar Asia Tenggara di Formasi Kelapa Kampit, serta Batu Meteorit di zona kuartel aluvial.

  • Ciletuh Geopark

Ciletuh Geopark berlokasi di Jawa Barat. Kawasan ini membentang seluas 126.000 hektar dan dikelilingi hamparan aluvial dengan bebatuan unik. Selain itu, Ciletuh Geopark juga memiliki pantai dengan ombak yang sangat disukai oleh peselancar dunia.

  • Gunung Rinjani Geopark

Gunung Rinjani Geopark berlokasi di Nusa Tenggara Barat. Kawasan ini ditetapkan menjadi UGG pada tahun 2018. Geopark ini membentang meliputi separuh Pulau Lombok bagian utara, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, dan Kabupaten Lombok Timur.

Kawasan ini memiliki keragaman flora dan fauna endemik. Bahkan, ada pula keragaman budaya masyarakat di sekitar Gunung Rinjani Geopark.

  • Gunung Sewu Geopark

Gunung Sewu Geopark ini membentang di tiga kabupaten yaitu Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan. Ada berbagai peninggalan budaya paleolitikum-neolitikum di sepanjang geopark ini.

Geopark Gunung Sewu juga memiliki 33 situs warisan alam yang tersebar di tiga kabupaten. Persebarannya adalah 13 geosite di Gunungkidul, 7 geosite di Wonogiri, dan 13 geosite di Pacitan.

  • Batur Geopark

Batur Geopark berada di Pulau Bali. Geopark ini menjadi geopark pertama di Indonesia yang ditetapkan oleh UNESCO Global Geopark. Geopark ini terletak di Kecamatan Kintamani dan Kabupaten Batur.

Di sini, wisatawan bisa melihat jejak letusan besar Gunung Batur yang membentuk kaldera ganda dan danau purba. Setidaknya ada 21 situs warisan alam yang tersebar di kawasan Gunung Batur Geopark.

Jadi, geopark mana saja yang sudah pernah kamu kununjungi?

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR