Kamu pasti pernah mendengar istilah fixed mindset dan growth mindset. Keduanya kerap dipakai dalam pembahasan terkait pengembangan diri.
Namun, apakah kamu sudah tahu perbedaan di antara keduanya?
Fixed mindset dan growth mindset adalah dua pola pikir yang saling berlawanan. Pola pikir ini dapat memengaruhi pilihan-pilihan yang diambil dalam hidup seseorang.
Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan fixed mindset dan growth mindset?
Apa itu fixed mindset dan growth mindset?
Istilah fixed mindset dan growth mindset diperkenalkan oleh Carol Dweck, profesor di bidang Psikologi dari Stanford University.
Dalam bukunya yang berjudul Mindset: Changing the Way You Think to Fulfill your Potential (2017), Dweck menyatakan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan dan bakat, melainkan juga pola pikir.
Seseorang yang memiliki fixed mindset cenderung sulit untuk berkembang. Sebab, mereka percaya bahwa kualitas diri seperti kecerdasan dan bakat adalah hal yang tidak bisa diubah.
Mereka juga yakin bahwa keterampilan yang mereka miliki adalah bawaan lahir dan bersifat genetis.
Oleh sebab itu, seseorang dengan fixed mindset merasa tidak perlu bekerja keras untuk mencapai kesuksesan.
Sebaliknya, growth mindset membuat seseorang selalu merasa punya ruang untuk memperbaiki diri.
Seseorang dengan growth mindset yakin bahwa kemampuan dapat terus diasah melalui kerja keras dan pengalaman.
Mereka percaya bahwa kecerdasan dan bakat hanyalah modal awal yang masih bisa terus dikembangkan untuk memaksimalkan potensi diri.
Nah, perbedaan cara pandang ini nantinya akan berpengaruh terhadap langkah yang mereka ambil ketika dihadapkan dengan tantangan.
Perbedaan fixed mindset dan growth mindset
Orang dengan fixed mindset dan growth mindset punya cara berpikir yang sangat berbeda, bahkan cenderung berlawanan.
Seseorang dengan growth mindset melihat tingkat intelegensi, kemampuan, dan keahlian sebagai sesuatu yang bisa dipelajari dan dapat dikembangkan melalui usaha dan kerja keras.
Sementara itu, seseorang dengan fixed mindset melihat hal-hal tersebut sebagai sesuatu yang sifatnya tetap dan tidak dapat diubah.
Orang yang memiliki fixed mindset biasanya yakin bahwa mereka merupakan ahli di suatu bidang dan merasa tidak kompeten di bidang lainnya.
Sebaliknya, growth mindset membuat seseorang melihat bidang yang belum dikuasainya sebagai sebuah tantangan. Mereka yakin dapat menguasai bidang itu jika mau belajar dan berusaha.
Perbedaan lainnya dari fixed mindset dan growth mindset adalah cara mereka menerima masukan.
Seseorang dengan fixed mindset cenderung menganggap masukan sebagai kritik yang menunjukkan ketidakmampuan mereka dalam mengerjakan sesuatu.
Hal ini sangat berbeda dengan pemilik growth mindset yang justru merasa senang jika mendapat masukan.
Bagi mereka, masukan adalah sesuatu yang sangat berharga yang dapat membantu mereka dalam mengembangkan potensi diri.
Ciri-ciri fixed mindset
Beberapa karakteristik seseorang yang memiliki fixed mindset yaitu:
- Menyenangi pujian dan membenci kritik.
- Takut melakukan kesalahan.
- Lebih mementingkan hasil dibandingkan proses.
- Lebih suka bermain di zona nyaman.
- Tidak suka tantangan.
- Mudah menyerah saat mengalami kegagalan.
- Cenderung menyalahkan orang lain atas kegagalannya.
- Melihat kesuksesan orang lain sebagai ancaman.
Ciri-ciri growth mindset
Karakteristik seseorang dengan growth mindset yang kerap dijumpai antara lain:
- Tidak takut melakukan kesalahan.
- Mementingkan proses daripada hasil.
- Melihat tantangan sebagai kesempatan untuk berkembang.
- Berani mencoba hal-hal baru.
- Menganggap kegagalan sebagai sarana pembelajaran.
- Tidak segan untuk meminta bantuan dan masukan.
- Yakin bahwa setiap hal dapat dipelajari jika ada keinginan.
- Melihat kesuksesan orang lain sebagai motivasi.
Nah, itu tadi perbedaan antara fixed mindset dan growth mindset. Memiliki growth mindset tentunya sangat berguna baik dalam kehidupan personal maupun profesional.
Jika kamu merasa masih punya fixed mindset, tidak ada kata terlambat untuk mengubahnya menjadi pola pikir yang terus bertumbuh.
Bagaimana, sudah siap untuk mengubah pola pikirmu?
