Israel Bom Kamp Pengungsian Gaza, Anak-Anak hingga Ibu Hamil Jadi Korban

2 November 2023 19:11 WIB

Narasi TV

Seorang pria memberi isyarat ketika warga Palestina mencari korban sehari setelah serangan Israel terhadap rumah-rumah di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, 1 November 2023. REUTERS/Mohammed Al-Masri

Penulis: Moh. Afaf El Kurniawan

Editor: Rizal Amril

Kamp pengungsian Jabalia di Jalur Gaza dilaporkan terkena serangan bom Israel untuk kedua kalinya pada Rabu (1/11/2023). Akibat serangan tersebut, warga sipil termasuk anak-anak dan ibu hamil yang mengungsi di pengungsian tersebut menjadi korban.

Kamp pengungsian Jabalia merupakan salah satu kamp pengungsian warga sipil terbesar di Jalur Gaza.

Menurut laporan media Palestina, Israel mengebom blok apartemen di kamp tersebut dengan enam bom buatan Amerika, masing-masing berbobot satu ton bahan peledak. 

Akibatnya, banyak bangunan hancur dan korban jiwa berjatuhan. Jumlah korban akibat serangan ini belum diketahui karena sulitnya komunikasi di lapangan.

Sehari sebelum mendapatkan serangan tersebut, kamp pengungsian Jabalia juga terkna serangan bom pada Selasa (31/10).

Akibat serangan pertama tersebut, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sebanyak 50 orang tewas dan 150 lainnya luka-luka akibat serangan Israel ke kamp pengungsian Jabalia. 

Korban tewas tersebut termasuk anak-anak dan perempuan, bahkan ada ibu hamil yang kehilangan nyawa dan janinnya.

Warga Palestina yang selamat mencoba menyelamatkan korban yang masih tertimbun reruntuhan dengan tangan kosong. 

Mereka juga membawa korban luka-luka ke rumah sakit terdekat dengan kendaraan apa pun yang tersedia. 

Namun, upaya penyelamatan ini terhambat oleh blokade Israel atas Gaza yang membuat kurangnya bahan bakar, alat berat, dan tenaga medis di sana.

Israel sebut tak sengaja bom pengungsi

Melansir Reuters, Israel mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan salah satu pimpinan Hamas yang diduga berada di sekitar kamp pengungsian tersebut.

Namun, Hamas membantah klaim tersebut dan mengecam serangan Israel sebagai kejahatan perang. Hamas juga mengancam akan membalas serangan Israel dengan roket-roketnya.

Merespons serangan Israel tersebut, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia menyebut bahwa  serangan tersebut bisa jadi termasuk dalam kejahatan perang.

“Mengingat tingginya jumlah korban sipil dan skala kehancuran setelah serangan udara Israel di kamp pengungsi Jabalia, kami memiliki kekhawatiran serius bahwa ini adalah serangan yang tidak proporsional dan bisa menjadi kejahatan perang,” tulis Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB di media sosial X.

Serangan Israel ke kamp pengungsian Jabalia ini merupakan salah satu dari banyak serangan udara yang dilakukan Israel terhadap Jalur Gaza sejak awal Oktober 2023.

Serangan-serangan ini telah menewaskan lebih dari 1.100 orang, sebagian besar warga sipil Palestina, dan melukai ribuan lainnya. 

Serangan-serangan ini juga telah menghancurkan infrastruktur dan fasilitas vital di Gaza, seperti rumah sakit, sekolah, masjid, dan jaringan listrik.

Sementara itu, dunia internasional terus mendesak agar gencatan senjata segera tercapai antara Israel dan Palestina. 

PBB, Uni Eropa, Liga Arab, dan negara-negara lain telah mengutuk serangan Israel dan menyerukan agar dihentikan segala bentuk kekerasan. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda bahwa konflik ini akan segera berakhir.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR