Kontroversi Menu Pencegah Stunting Program PMT Kota Depok, Hanya Sawi dan Tahu Putih

16 November 2023 19:11 WIB

Narasi TV

Ilustrasi nasi putih. (Sumber: Pexels/Monstera Production)

Penulis: Moh. Afaf El Kurniawan

Editor: Rizal Amril

Menu pencegah stunting dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Kota Depok, Jawa Barat, mendadak menjadi viral di media sosial. Dalam unggahan yang beredar, terlihat menu makanan yang diberikan hanya terdiri dari nasi putih dan sop berisi sawi serta tahu putih.

Unggahan yang memperlihatkan menu pencegah stunting tersebut pertama kali diunggah oleh akun akun Instagram @depok24jam. 

Pada salah satu foto yang diunggah, tampak menu nasi putih dan sop disajikan dalam wadah plastik bening dengan tutup warna-warni.

Terdapat stiker Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Imam Budi Hartono pada tutup wadah, serta tulisan ''Bocah Depok Kudu Sehat, Prestasi Hebat, Stunting Minggat."

Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Ikravany Hilman menyampaikan pandangannya bahwa menu makanan pencegah stunting yang diberikan kepada ibu hamil dan balita tidak layak. Menurutnya, menu tersebut belum mencukupi nutrisi yang diperlukan.

"Ya, enggak layak. Karena persoalannya bukan makanan, tapi nutrisi. Terpenuhi enggak nutrisinya buat ibu hamil dan balita. Menurut saya sampai hari ini belum terpenuhi," ujar Ikra, dikutip dari CNN Indonesia.

Ikra menekankan bahwa Dinas Kesehatan Kota Depok seharusnya dapat menganalisis menu makanan yang dibutuhkan warga untuk mencegah stunting. Ia berpendapat bahwa menu nasi tidak tepat, mengingat warga Depok tidak kekurangan beras.

Dalam tanggapannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Mary Liziawati menyatakan bahwa program PMT lokal untuk balita telah sesuai dengan petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Penyaluran PMT lokal, termasuk menu, dilakukan sesuai dengan petunjuk teknis tersebut.

Mary menjelaskan bahwa pemberian PMT lokal bertujuan untuk meningkatkan status gizi balita berbasis pangan lokal sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Sasaran PMT lokal mencakup balita gizi kurang, balita berat badan kurang dan sangat kurang, balita gizi kurang yang alami stunting, dan balita dengan berat badan tidak naik.

"PMT lokal di Kota Depok diberikan selama 28 hari, mulai tanggal 10 November sampai 8 Desember 2023," ungkapnya.

Mary menambahkan bahwa anggaran program PMT lokal berasal dari dana insentif fiskal untuk penanganan stunting yang disediakan oleh pemerintah pusat.

"Anggaran berasal dari insentif fiskal untuk penanganan stunting, diberikan karena Pemerintah Kota Depok mendapatkan penghargaan karena angka stunting kecil," jelasnya.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR