Kunci Panjang Umur Maria Branyas Morera, Manusia Tertua di Dunia yang Alami Dua Kali Pandemi

31 Januari 2023 14:01 WIB

Narasi TV

Maria Branyas Morera, manusia tertua di dunia berusia 115 tahun. Sumber: CNN.

Penulis: Rusti Dian

Editor: Margareth Ratih. F

Maria Branyas Morera, seorang perempuan yang lahir pada tahun 1907 di San Francisco ini dinobatkan sebagai manusia tertua di dunia. Ia mengalami berbagai macam peristiwa penting di dunia, termasuk pandemi. Branyas mengalami dua kali pandemi selama hidupnya hingga berumur 115 tahun. Kedua pandemi tersebut adalah pandemi flu Spanyol dan pandemi Covid-19. 

Di tengah situasi Spanyol yang menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi pada Mei 2020, Branyas dapat sembuh dan selamat dari pandemi tersebut. Perjuangannya ini yang menjadikan Branyas banyak disorot oleh media global. Selain itu, Branyas juga dinobatkan sebagai penyintas Covid-19 tertua.

Ketenangan adalah kunci umur panjang

Branyas ketika diwawancarai oleh Guinness World Records menyebutkan bahwa memiliki umur panjang adalah keberuntungan. Untuk mendapatkan itu, ia membagikan kunci umur panjangnya.

“Ketertiban, ketenangan, hubungan baik dengan keluarga dan teman, kontak dengan alam, kestabilan emosi, tidak khawatir, tidak ada penyesalan, positif, dan menjauh dari orang-orang buruk,” kata Branyas dalam Guinness World Records.

Pola hidup positif memang dapat memperpanjang umur. Hal tersebut karena dengan hidup positif, seseorang akan merasakan kebahagiaan dan tidak terlalu lama larut dalam kesedihan. Cara memiliki hidup yang positif adalah dengan mengidentifikasi sumber masalah, evaluasi dengan menghentikan pikiran negatif, kemudian lepaskan semua beban dengan tertawa.

Kehidupan Branyas dari waktu ke waktu

Branyas lahir pada 4 Maret 1907 di San Francisco, California. Setelah itu, Branyas mengikuti orangtuanya untuk berpindah ke Spanyol.

Pada tahun 1918, pandemi flu Spanyol melanda dunia. Kemudian saat Branyas berumur 29 tahun, perang saudara di Spanyol pun terjadi. Perang tersebut memberikan pengalaman buruk bagi Branyas.

Branyas menikah dengan seorang dokter bernama Joan Moret. Mereka berdua dikaruniai tiga anak, 11 cucu, dan 13 cicit. Branyas tak lantas menutup akses terhadap teknologi. Ia justru memanfaatkan teknologi untuk dapat tetap terhubung dengan keluarga dan teman-temannya.

Tentang flu Spanyol

Flu Spanyol merupakan pandemi paling mematikan yang terjadi di abad ke-20. Penyebab dari pandemi flu Spanyol ini adalah virus H1N1. Namun, virus tersebut tidak diketahui pasti asal dan jenisnya seperti apa.

Gejala yang dialami oleh penderita adalah seperti influenza yaitu demam dan kelelahan. Namun, penyebaran virus tersebut semakin masif ketika Perang Dunia I. Di tahun 1918, gelombang kedua flu Spanyol merenggut banyak nyawa dalam waktu cepat. Penderita flu Spanyol mengalami gejala seperti kulit yang berubah warna menjadi kebiruan dan paru-paru dipenuhi cairan.

Penyebutan flu Spanyol adalah karena negara Spanyol menjadi satu-satunya sumber berita tentang penyakit flu tersebut. Selain itu, Spanyol juga menjadi negara yang terdampak paling parah di Eropa.

Flu Spanyol tersebar di berbagai wilayah di dunia, termasuk Indonesia. Pandemi ini mereda karena orang-orang yang terinfeksi mampu membentuk kekebalan tubuh mereka sendiri. Ada pula dari antara mereka yang meninggal.

Demikianlah profil singkat Maria Branyas Morera yang bisa survive dari dua pandemi mematikan ini. Dengan menerapkan kunci hidup sehat ala Maria, kalian pun bisa panjang umur dan survive dengan masalah-masalah yang ada, termasuk kesehatan.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR