Mengenal Lebih Jauh Houthi Yaman: Kelompok Yang Menyerang Israel

16 November 2023 12:11 WIB

Narasi TV

Warga Palestina melakukan pencarian dan penyelamatan korban di kamp pengungsi Jabalia yang rusak akibat serangan Israel di Jalur Gaza (31/10/2023). Serangan udara Israel menghantam kamp pengungsi padat penduduk di Jalur Gaza, menewaskan sedikitnya 50 warga Palestina dan seorang komandan Hamas. (ANTARA FOTO/REUTERS/Anas al-Shareef/tom.)

Penulis: Elok Nuriyatur

Editor: Indra Dwi Sugiyanto

Baru baru ini nama Houthi Yaman muncul ditengah konflik Israel-Palestina, mengutip dari Antara News mereka turut serta menembhkan drone dan rudal ke Israel sebagai bentuk balasan aksi kekejaman Israel terhadap Palestina.

“Pasukan bersenjata kami meluncurkan sejumlah besar rudal balistik dan rudal jelajah serta drone ke sejumlah target pihak musuh Israel”. Kata Yahya Saree, juru bicara kelompok Yaman.

Lantas siapakan sebenarnya houthi yaman mengapa mereka ikut terlibat memerangi Israel demi Palestina?

Tentang Houthi Yaman

Mengutip dari buku karangan Raghib As Sirjani dengan judul Syahwat Politik KAUM Syiah, Houthi merupakan sebuah kelompok oposisi yang berkembang di Yaman yang berbasis ideologi Syiah.

Houthi pertama kali dibentuk oleh Husein al Houthi, pada mulanya sebuah kelompok kecil semacam gerakan Pemuda Islam Yaman yang bernama Al Syabab Al Mukmin (Gerakan Pemuda Mukmin) yang berada di Saada.

Gerakan kelompok ini pada awalnya dibentuk untuk melawan kelompok yang beraliran Wahabi di Yaman. Gerakan mereka semakin berkembang yang awalnya dari kelompok keagamaan dan berkembang menjadi kelompok di sayap politik dan militer membuat banyak mendapatkan sorotan.

Saat ini Houthi dipimpin oleh Abdul Malik al Houthi, saudara dari Husein al Houthi. Ayah mereka terkenal sebagai ulama Zaidiyah dan memiliki pengaruh yang cukup kuat di kelompoknya yang bernama Badruddin al Houthi.

Pada mulanya kelompok Houthi mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Yaman, namun seiring berjalannya waktu kelompok ini melakukan aksi protes dengan kebijakan Presiden Ali Abdullah Saleh.

Konflik semakin memanas di tahun 20023 saat Presiden Saleh mendukung perang anti teror Amerika Serikat dan invasinya ke Irak.

Keputusan Presiden Saleh ini dianggap mencabut hak kaum Zaid dan mengancam tradisi kaum Houthi.

Sejak saat itulah hubungan pemerintah dan kelompok Houthi memanas, pemerintah secara terang-terangan menyatakan sikap perang ke kelompok yang dipimpin oleh Hussein al-Houthi, yang pada akhirnya berhasil terbunuh oleh pemerintah Yaman.

Konflik kelompok Houthi dan Pemerintah Yaman semakin memanas

Konflik bersenjata kembali meledak di tahun 2010 saat terjadi gelombang protes besar-besaran yang dilakukan oleh rakyat negara Yaman untuk menuntut turunnya Presiden Ali Abdullah Saleh, hal ini lantaran dia dianggap sudah terlalu lama memimpin Yaman.

Pada Februari 2012 Presiden Ali Abdullah Saleh resmi mundur dari jabatan sebagai Presiden Yaman dan membuat Wakil Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi sebagai Presiden Yaman yang baru

Namun sayangnya penunjukan Abd Rabbo Mansour Hadi sebagai Presiden Yaman mendapat penolakan dari rakyat Yaman, mereka menganggap Abd Rabbo Mansour Hadi merupakan kepanjangan tangan dari Ali Abdullah Saleh.

Situasi yang semakin memanas di Yaman, dimanfaatkan oleh kelompok Houthi dalam situasi ketidak stabilan politik Yaman.

Hingga pada akhirnya September 2014 Pertempuran pertama antara pasukan Pemerintah Yaman dengan Kelompok Houthi pecah di tepi ibukota Sanaa.

Serangan dan perang semakin memanas, hingga pada akhirnya 23 Januari 2015 membuat Abd Rabbo Mansour Hadi menyatakan mundur sebagai Presiden Yaman.

Mundurnya Abd Rabbo Mansour Hadi membuat kekuasaan di Yaman menjadi kosong, sejak kelompok Houthi berhasil menggulingkan Pemerintah yang berkuasa membuat kelompok Houthi mulai merasa bahwa mereka adalah kelompok yang berkuasa

Mereka kemudian membentuk pemerintahan, namun sayang pemerintahan bentukan kelompok Houthi tidak mendapat dukungan dari rakyat Yaman.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR