Mengenal Microsleep, Hilang Kesadaran Beberapa Detik yang Bisa Berakibat Fatal

18 April 2024 19:04 WIB

Narasi TV

Ilustrasi orang yang tertidur dalam kereta. Sumber: Freepik.

Penulis: Rusti Dian

Editor: Margareth Ratih. F

Apakah kamu pernah mendengar istilah microsleep? Kondisi ini bisa sangat membahayakan, terlebih jika kamu mengalaminya ketika sedang berkendara. Lantas, apa itu microsleep, penyebab, dan cara mencegahnya? Simak penjelasannya berikut ini!

Microsleep adalah kondisi di mana seseorang mengalami hilang kesadaran atau perhatian karena lelah atau mengantuk. Seseorang yang mengalami microsleep akan tertidur sepersekian detik dengan sentakan kepala yang keras.

Microsleep dapat terjadi jika kamu melakukan pekerjaan yang monoton seperti menatap layar yang lama atau berkendara. Kondisi ini bisa diperparah dengan kurangnya waktu tidur yang membuatmu lebih cepat mengantuk.

Orang yang mengalami microsleep seringkali tidak menyadarinya. Sebab, microsleep juga bisa terjadi dengan mata terbuka dan pandangan kosong. Tanda-tanda lainnya yaitu gerakan kepala seperti mengangguk dan mengedipkan mata terlalu sering.

Durasi microsleep bisa bertambah lama seiring memasuki waktu tidur. Microsleep bisa terjadi dalam waktu berdekatan, misalnya saat sedang mencoba agar tetap terjaga, tetapi usahanya gagal.

Penyebab microsleep

Tidak semua rasa kantuk bisa membuatmu mengalami microsleep. Ada berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko microsleep, diantaranya:

  • Gangguan tidur seperti insomnia dan sleep apnea.
  • Kerja shift malam yang menggeser waktu tidur.
  • Memiliki hutang tidur karena sering tidur kurang dari 6 jam.
  • Efek samping obat-obatan.

Tanda-tanda microsleep

Berikut tanda-tanda yang dialami ketika seseorang mengalami microsleep:

  • Kaget dan terbangun secara tiba-tiba karena sentakan tubuh dan kepala.
  • Tidak sadar apa yang sedang terjadi, padahal tidak sedang melamun.
  • Menguap terus menerus.
  • Kelopak mata sangat berat.
  • Sulit fokus.
  • Mata berkedip berlebihan.
  • Arah kemudi keluar dari jalur saat sedang berkendara.
  • Tidak ingat kejadian 1-2 menit sebelumnya.
  • Hilang kontrol tubuh sehingga kepala sering terjatuh tiba-tiba.
  • Tidak mendengar pembicaraan orang lain.
  • Menjatuhkan barang yang sedang dipegang.

Bahaya microsleep

Meski hanya terjadi beberapa detik, tetapi microsleep tetap bisa membahayakan keselamatan seseorang. Hal ini tidak akan berbahaya jika kamu sedang bersantai di sofa atau tempat tidur. Namun, microsleep akan berbahaya jika terjadi saat sedang mengemudi atau bekerja dengan mesin.

Melansir laman Universitas Indonesia, sebanyak 35% pengemudi dapat mengalami kecelakaan akibat microsleep. Selama arus mudik dan balik Lebaran 2024 ini, kepolisian menduga kecelakaan yang menimpa mobil GrandMax dan bus Rosalia Indah juga disebabkan oleh microsleep.

Rani Rahmadiyani dan Ari Widyanti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sempat melakukan riset pemodelan intensi dan perilaku mengemudi saat kondisi mengantuk. Dari penelitiannya, sebanyak 79% responden pernah mengalami satu kali pengalaman mengemudi dalam keadaan mengantuk.

Hal ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat bahwa aktivitas mengemudi pun perlu perhatian khusus. Microsleep dapat berujung fatal jika tidak segera diatasi. Oleh karena itu, pengemudi dianjurkan untuk beristirahat sejenak saat mengantuk untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Cara mengatasi microsleep

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi microsleep:

  • Konsumsi kopi sebelum mengemudi.
  • Tetap beraktivitas seperti mengobrol atau bernyanyi saat berkendara.
  • Pastikan tidur cukup selama 7-9 jam agar tidak mudah mengantuk.
  • Istirahat setiap 1-2 jam sekali saat berkendara jarak jauh.
  • Cuci muka agar lebih segar.
  • Lakukan peregangan kaki atau berjalan untuk mengurangi rasa kantuk.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR