Profil Cak Imin, Cawapres Anies Baswedan di Pilpres 2024

22 Desember 2023 17:12 WIB

Narasi TV

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto) (Dhemas Reviyanto)

Penulis: Moh. Afaf El Kurniawan

Editor: Rizal Amril

Abdul Muhaimin Iskandar, yang akrab dipanggil Gus Muhaimin atau Cak Imin, saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI untuk periode 2019-2024.

Ia merupakan bakal cawapres yang mendampingi Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 mendatang.

Pemilihannya sebagai bakal cawapres dari Koalisi Perubahan pada September 2023 lalu sempat menghebohkan publik karena tak sesuai dengan prediksi banyak pihak.

Sebelum mengusung Cak Imin sebagai cawapres, Koalisi Perubahan yang diisi oleh Partai NasDem, PKB, dan PKS tersebut santer diprediksi akan mengusung Agus Harimurti Yudhoyono sebagai pendamping Anies.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut Cak Imin sebagai salah satu politikus ulung dengan pengalaman yang cukup panjang.

"Muhaimin seorang piawai, organisatoris ulung, bergerak di dunia pergerakan cukup lama," kata Surya Paloh dalam acara deklarasi pencalonan Anies-Imin, Sabtu (2/9) lalu.

Lantas, bagaimana sepak terjang Cak Imin dalam dunia perpolitikan? Berikut profil Abdul Muhaimin Iskandar.

Profil Cak Imin

Ia lahir di Jombang pada 24 September 1966 dan merupakan anak dari Muhammad Iskandar dan Muhassonah, seorang pengajar di Pondok Pesantren Manbaul Ma'arif, Jombang, Jawa Timur, yang juga merupakan pemimpin pondok tersebut.

Masa pendidikan Gus Muhaimin dimulai dari Sekolah Dasar Mamba’ul Maarif Denanyar Jombang pada tahun 1979 dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Jombang pada 1982.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Mandrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta dan berhasil lulus pada tahun 1985.

Gus Muhaimin kemudian mengejar gelar sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan lulus pada tahun 1991.

Selama kuliah, ia aktif dalam pergerakan mahasiswa, terutama melawan otoritarianisme dan sentralisasi, di antaranya sebagai Ketua Korps Mahasiswa Jurusan Ilmu Sosial.

Pada tahun 1990, ia menjabat sebagai Ketua Korps Mahasiswa Jurusan Ilmu Sosial dan kemudian sebagai Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Gus Muhaimin juga melanjutkan studi magister komunikasi di Universitas Indonesia dan meraih gelar tersebut pada tahun 1998. Pada tahun 2018, ia dianugerahi gelar doktor kehormatan dari Universitas Airlangga.

Gus Muhaimin menikah dengan Rustini Murtadho, dan pasangan ini dikaruniai tiga anak: Mega Safira (1996), Rahma Arifa (2000), dan Egalita Az-Zahra (2003).

Karier politik Gus Muhaimin dimulai saat ia ikut mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bersama para senior Nahdlatul Ulama (NU).

Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB pada periode 1992-2002. Selanjutnya, Gus Muhaimin terpilih sebagai anggota DPR RI dari PKB dan Wakil Ketua DPR RI periode 1999-2004, menjadikannya salah satu pimpinan termuda di DPR saat itu.

Pada tahun 2002, ia menjadi Ketua Dewan Tanfidziah DPP PKB hingga 2007 dan Sekjen DPP PKB periode 2004-2005. Gus Muhaimin kembali terpilih sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2004-2009 dan dilantik sebagai Ketua Umum PKB periode 2005-2010.

Setelahnya, Gus Muhaimin diundang oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) dari 2009 hingga 2014.

Sebagai Menakertrans, ia fokus pada isu-isu ketenagakerjaan dan perlindungan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI), termasuk mengatasi permasalahan outsourcing dan mendampingi TKI yang mengalami kasus kekerasan.

Setelah masa jabatannya sebagai menteri berakhir, Gus Muhaimin kembali terpilih sebagai Ketua Umum PKB untuk periode 2014-2019 dan 2019-2024. Selama periode yang sama, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Pada tanggal 2 September 2023, Gus Muhaimin dan Anies Baswedan resmi mendeklarasikan diri sebagai pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilu 2024 di Hotel Majapahit, Surabaya. Proses deklarasi tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Surya Paloh.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR