Profil Como 1907 dari Serie B ke Serie A dengan Dukungan Konglomerat Indonesia

22 Mei 2024 16:05 WIB

Narasi TV

Ilustrasi-"Como 1907: The True Story" (2021). (ANTARA/Mola TV)

Penulis: Afaf El Kurniawan

Editor: Indra Dwi

Klub sepak bola Como 1907 telah mencetak sejarah dengan berhasil promosi dari Serie B ke liga tertinggi Italia, Serie A. Keberhasilan ini diraih setelah bermain imbang 1-1 melawan Cosenza di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Jumat, 10 Mei 2024.

Dengan hasil tersebut, Como 1907 mengumpulkan total 73 poin, menempatkan mereka di posisi kedua klasemen Serie B Italia, hanya terpaut tiga poin dari Parma yang mengoleksi 76 poin.

Parma dan Como 1907 kini berhak naik ke Serie A, sementara klub peringkat tiga hingga delapan harus berjuang di babak playoff untuk satu tiket promosi terakhir.

Peran Penting Hartono Bersaudara dalam Kesuksesan Como 1907

Keberhasilan Como 1907 ini tidak lepas dari dukungan dua konglomerat terkaya Indonesia, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, yang membeli klub ini melalui Grup Djarum.

Selain itu, beberapa mantan pesepak bola ternama juga turut berperan dalam prestasi klub. Berikut ini adalah profil singkat Como 1907, klub yang kini menjadi milik orang Indonesia dan sukses promosi ke Serie A Italia.

Sejarah dan Profil Singkat Como 1907

Didirikan pada 25 Mei 1907, Como 1907 awalnya bernama Calcio Como dan bermarkas di Stadion Giuseppe Sinigaglia, di tepi Danau Como, Kota Como, Italia. Klub ini memiliki sekitar 30 anggota tim utama dengan rata-rata usia 26 tahun.

Como 1907 memiliki sejumlah prestasi, termasuk dua kali juara Liga Allievi Nazionali, Coppa Italia Serie D, dan Serie C, serta tiga kali juara Serie C.

Dalam sejarah panjangnya, Como 1907 pertama kali berpartisipasi dalam pertandingan profesional di Promotion League pada musim 1912-1913. Setahun kemudian, mereka berhasil masuk ke liga teratas Italia.

Namun, masalah ekonomi sering kali menghalangi perkembangan klub, menyebabkan mereka beberapa kali terdegradasi ke divisi yang lebih rendah.

Pada periode 1940-1960, Como sering kali bolak-balik antara Serie A, B, dan C. Pencapaian terbaik mereka terjadi pada 1975 ketika Como memenangkan Serie A.

Namun, masalah keuangan kembali menghantui klub, yang pada 2005-2006 terdegradasi ke Serie D dan mengalami kebangkrutan.

Setelah beberapa tahun berjuang, Como mulai mendapatkan hasil baik dan promosi ke Serie C pada 2009-2015. Namun, lagi-lagi, keuangan klub menjadi penghambat.

Transformasi di Bawah Kepemilikan Baru

Pada 4 April 2019, Como diakuisisi oleh SENT Entertainment Ltd, perusahaan hiburan asal Inggris yang dimiliki oleh Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono dari Grup Djarum. Kepemilikan baru ini mengubah nama klub menjadi Como 1907.

Hartono bersaudara memberikan suntikan dana besar, memperbarui infrastruktur olahraga, memperbaiki stadion, mendirikan akademi pemuda, dan membentuk tim utama yang kompetitif.

Dalam waktu singkat, Como 1907 memenangkan Serie D dan promosi ke Serie C. Pada akhir musim 2020-2021, mereka memenangkan Serie C dan naik ke Serie B.

Como berlaga di Serie B selama dua musim (2021-2022 dan 2022-2023) sebelum akhirnya meraih posisi kedua dan promosi ke Serie A untuk musim depan.

Investasi Besar-Besaran dan Dukungan Legenda Sepak Bola

Dilansir dari Kompas.id, Hartono bersaudara membeli Como dengan dana 850.000 euro (sekitar Rp 14 miliar) dan membayar utang klub sebesar 150.000 euro (sekitar Rp 2,6 miliar). Investasi besar-besaran ini dengan cepat membuahkan hasil positif dan membawa Como 1907 ke Serie A.

Demi memajukan Como 1907, mereka merekrut nama-nama besar dalam dunia sepak bola untuk berinvestasi dan melatih tim. Beberapa di antaranya adalah Cesc Fabregas, Thierry Henry, dan Dennis Wise.

Fabregas menjabat sebagai asisten pelatih utama Osian Roberts dan juga menjadi pemegang saham klub, bersama Thierry Henry. Sementara Dennis Wise berperan sebagai direktur olahraga klub.

Operasional Klub yang Efektif

Operasional klub yang efisien menjadi kunci kesuksesan Como 1907. Dennis Wise bekerja sama dengan General Manager Carlaalberto Ludi dalam merenovasi Stadion Giuseppe Sinigaglia yang sebelumnya tidak layak pakai.

Pelatih utama, Osian Roberts, merekrut banyak asisten pelatih, termasuk Cesc Fabregas serta dua staf pelatih asal Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto dan Dani Suryadi.

Kolaborasi antara Osian Roberts dan para asistennya berhasil menstabilkan kondisi Como, memastikan promosi ke Serie A Italia.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR