Proyek MRT Surabaya Batal, Pemkot: Bukan Solusi Kemacetan

25 Oktober 2023 19:10 WIB

Narasi TV

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Sumber: Dok.Pemkot Surabaya.

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Margareth Ratih. F

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membatalkan rencana pembangunan moda raya terpadu (MRT). 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan keputusan pembatalan diambil setelah dilakukan perhitungan dengan sejumlah tenaga ahli dan anggota DPRD. 

Berdasarkan kajian ahli transportasi, pembangunan MRT dinilai tidak dapat menuntaskan masalah kemacetan di dalam kota. 

Eri juga meragukan proyek pembangunan MRT akan balik modal, sebab tidak banyak warga yang akan menggunakan moda transportasi tersebut. 

"Kami sepakat, kami hitung kembali dengan tenaga ahli dan DPRD. Ketika kami membangun MRT, kalau membangun MRT hanya di dalam kota, selesai. Tidak akan pernah mencapai kembali modalnya. Kedua, yang naik juga enggak ada," kata Eri, Senin (23/10/2023).

Eri menjelaskan, berdasarkan kajian Kementerian Perhubungan, penyumbang kemacetan di Surabaya tidak hanya berasal dari dalam kota. 

Ada kontribusi dari penduduk yang melakukan mobilisasi dari kabupaten tetangga seperti Sidoarjo, Lamongan dan Gresik, terutama saat jam masuk dan pulang kerja. 

Oleh sebab itu, proyek MRT akan dibangun di sejumlah daerah penghubung itu oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). 

"Ternyata macetnya Surabaya juga karena dari arah Sidoarjo, Lamongan, Gresik. Sehingga yang akan dibangun oleh Kementerian Perhubungan, seperti di Jabodetabek," kata Eri. 

Sepi penumpang

Terkait prediksi minimnya penumpang, Eri menyebut jumlah ruas jalan yang ada di Surabaya masih bisa menampung aktivitas kendaraan warga di dalam kota. 

"Kalau hitungannya (penumpang) lokal Surabaya saja, dari barat ke timur enggak ada yang naik. Karena di Surabaya ini jumlahnya kendaraan dan warga masih tertampung dengan ruas jalan di Kota Surabaya," ujarnya. 

Untuk saat ini, Pemkot Surabaya akan mempertahankan penggunaan kendaraan roda empat sebagai angkutan umum untuk masyarakat di dalam kota. 

Pemkot juga akan menambah armada Feeder WiraWiri dan Suroboyo Bus sebagai solusi mengatasi kemacetan. 

"Tetap ditambah, Feeder WiraWiri dan Suroboyo Bus. Jadi nanti transportasi umumnya lebih banyak ke Feeder agar tidak banyak naik motor pribadi," pungkas Edi. 

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR