Resesi Dunia 2023 Ancam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Pakar: Mestinya Jaga Harga BBM

29 September 2022 09:56

Narasi TV

Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Presiden RI Joko Widodo (Foto: Antara)

Penulis: Ani Mardatila

Editor: Ramadhan Yahya

Menteri Keuangan Sri Mulyani bilang ekonomi dunia terancam masuk jurang resesi pada 2023. Sinyal yang terlihat adalah kenaikan suku bunga acuan di bank sentral sejumlah negara untuk menekan lonjakan inflansi.

"Bank Dunia sudah menyampaikan kalau bank sentral di seluruh dunia melakukan peningkatan suku bunga secara cukup ekstrem dan bersama-sama, maka dunia pasti mengalami resesi di 2023,” kata Sri Mulyani dalam keterangan pers APBN KiTa secara virtual, Senin (26/9/2022).

Dalam catatan Sri Mulyani, Inggris sudah naikkan suku bunganya menjadi 2,25 persen atau melonjak 200 basis poin (bps). Begitu juga, bank sentral AS sudah menaikkan bunga acuan 300 bps sejak awal tahun untuk merespons inflasi yang mencapai 8,3%.

"Kenaikan suku bunga oleh bank sentral terutama di negara-negara maju secara cukup cepat dan ekstrem itu pasti akan memukul pada pertumbuhan ekonomi negara-negara tersebut," ucapnya.

Sementara itu, Bank Indonesia pun baru-baru ini memutuskan menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 4,25%, termasuk juga, suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 3,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 5,00%.

Terus sebenarnya Indonesia ikut terdampak enggak, sih, dengan ramalan resesi 2023 ini?

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terancam

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengungkap dampak buat Indonesia, jika resesi ekonomi dunia itu benar terjadi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal anjlok hingga di bawah lima persen. Situasi ini akan mengancam langsung pada situasi neraca perdagangan.

Resesi bakal membuat harga komoditas naik, yang berbuntut pada penurunan permintaan bahan baku industri.

“Akibatnya, terjadi penurunan pada harga komoditas ekspor unggulan yang bisa menyebabkan tekanan ekspor,” kata Bhima kepada Narasi pada Rabu (28/9).

Guna beradaptasi dengan tekanan ekonomi itu, banyak investor bakal memilih kembali aset-aset apa saja yang dinilai lebih aman.

“Contohnya dolar dan surat utang Amerika Serikat. Jadi akan ada peralihan dari uang negara berkembang yang dianggap resikonya tinggi maupun aset negara berkembang yang resikonya tinggi. Mereka bakal pulang kampung ke denominasi dolar. Itulah kenapa dolar sekarang menguat terhadap rupiah,” ujarnya.

Sementara itu, pada saat yang sama, inflansi akan membuat permintaan konsumen semakin rendah. Ini mendorong perubahan dan rencana bisnis secara langsung. Terutama, sebagai respon kenaikan suku bunga yang kini sedang terjadi di berbagai negara.

“Kalau suku bunga acuannya naik secara agresif untuk mengendalikan inflasi, maka biaya pinjaman bagi sektor investasi pun juga akan melemah. Pertumbuhan kreditnya bisa terkoreksi dan ini bisa ganggu realisasi investasi langsung,” ujar Bhima.

Tahun Politik Turut Dorong Melemahnya Perekonomian

Bhima juga wanti-wanti soal tahun politik yang bisa bikin perekonomian melemah. Pasalnya,  tahun politik ini kerap berisiko dan sering dihindari oleh para pelaku usaha. Terutama dalam hal ekspansi bisnis.

“Pada tahun politik itu banyak investasi yang ditunda dulu sampai politiknya pasti, pemilunya selesai. Karena kebijakan 5 tahun ke depan kan bisa berubah. Itulah yang dihindari oleh investor,” kata Bhima.

Bhima juga menyampaikan bahwa resesi bakal memunculkan krisis biaya hidup.

“Biaya hidup naik, karena harga harga barang naik, tapi pendapatan masyarakatnya cenderung mengalami pelambatan. Inilah yang bisa memicu stagflasi, harga barang naik, pendapatan masyarakatnya tidak bisa mengimbangi, nanti kesempatan kerja yang. terdampak,” terang Bhima.

Celios: Subsidi BBM Ditambah, Pajak Diturunkan

Celios punya beberapa rekomendasi untuk pemerintah. Menurutnya, daripada sekedar pernyataan adanya sinyal ada ancaman resesi, pemerintah semestinya ketat dan presisi dalam memilah kebijakan.

Kebijakan yang direkomendasikan Celios yang pertama adalah upaya ketat dalam  menstabilkan harga BBM.

“Kalau ada ancaman resesi ekonomi, subsidi energinya ditambah, harga BBM justru harus dijaga. Bukan dinaikkan,” kata Bhima.

Celios juga mengusulkan untuk menurunkan tarif pajak untuk PPN, terutama untuk masyarakat dengan ekonomi menengah.

“Kedua, harusnya tarif pajak untuk PPN, itu diturunkan, dari 11% menjadi 8% atau 7%. Tujuannya agar ada relaksasi pada konsumsi masyarakat. Bukannya pajaknya semakin mengejar gitu, ya, khususnya kelas menengah.”

Selain itu, Bhima menyarankan adanya relaksasi pada kendaraan bermotor dan subsidi sektor properti seperti perumahan. Caranya dengan mensubsidi uang mukanya.

“Biar apa? Biar sektor propertinya tidak terdampak terlalu tinggi, terlalu dalam dari kenaikan suku bunga.”

Terakhir, perlu belajar dari kejadian terdahulu, seperti apa yang menimpa Bank Century. Pengetatan pengawasan konglomerasi keuangan di Indonesia mesti ditingkatkan. Apalagi ada ancaman resesi global di depan mata.

“Ya, karena kita tidak ingin kasus Bank Century itu terulang kembali kan. Ada resesi secara global, efeknya adalah gagal bayar perbankan dan sektor keuangan. Jadi protokol krisisnya juga harus segera dinyalakan,” ujarnya.

ARTIKEL TERKAIT

TEKS

MA Kabulkan PK Jokowi, Pemerintah Lolos dari Vonis Melawan Hukum Karhutla

TEKS

OPINI: Taktik Jokowi Menyiapkan Pengganti

TEKS

Gibran Akan Copot Baliho Terima Kasih Pak Jokowi di Solo: Melanggar Aturan

TEKS

PKS Soal Pernyataan Jokowi 2024 Jatah Prabowo: Campur Tangan Kekuasaan dalam Proses Pilpres

TEKS

PKB Senggol Pujian Jokowi ke Prabowo: Nanti Juga Muncul Pujian Lain Bagi yang Lain

TEKS

PKS Kritik Jokowi Soal 2024 Jatah Prabowo: Presiden Seharusnya Netral Seperti SBY Tidak Partisan

VIDEO TERKAIT

02:31

Resesi Rusia Akan Mengakhiri Invasinya di Ukraina?

04:39

Jokowi Cemas Indonesia akan Kena Krisis Energi dan Lahirlah Aturan Ini

19:52

Kasus COVID-19 Melonjak, Lansia Bakal Divaksin Booster Kedua

03:45

Indonesia Mau Jadi Host Olimpiade 2036. Prestasi Olahraganya Sudah Diberesin Belum?

12:15

Setelah TigaTahun Setop, Indonesia Akan Impor Beras Lagi?

14:45

Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara, Asetnya Gak Dibalikin ke Korban?

14:36

Setelah Viral, Sulastri Lolos Seleksi Polwan, Kapolda Maluku Utara Minta Maaf

03:30

Malaysia Boleh Aja Klaim Rendang? Faktor Portugis di Rendang Yang Indonesia Jarang Tahu

15:00

Kesaksiannya Berubah-ubah, Ajudan Akhirnya Ngaku Takut Ferdy Sambo

09:19

Paham Resesi Kurang dari 10 Menit

NARASI ACADEMY

Content Production
Bikin Video Estetik Tanpa Modal Untuk Investasimu

Sumber penghasilan dari seorang content creator cukup menjanjikan lho, asal kamu harus konsisten untuk menciptakan konten kreatif yang berkualitas. Yuk investasi untuk jadi content creator profesional tanpa modal! Pelajari proses produksi konten secara menyeluruh, memberikan mood hingga menciptakan konten video agar terlihat lebih estetik.

Kelas Online
Content Production
Jadi Content Creator Nggak Pakai Repot

Belakangan ini, content creator menjadi salah satu profesi yang mengasyikan dan menjanjikan! Tapi, kamu harus punya mental yang kuat, memahami esensi, dan bersikap visioner dalam membuat konten. Pada kelas kali ini, Narasi Academy akan akan membantumu agar memiliki kemampuan tersebut, dengan dibimbing oleh narasumber profesional!

Kelas Online
Journalism
Cara Asyik Belajar Jurnalistik

Aksesibilitas informasi membuat semua orang berlomba-lomba menjadi seorang Jurnalis instan! Tapi, gimana ya caranya biar tetap kredibel, bertanggung jawab dan cekatan? Pelajari ilmu jurnalistik dengan cara yang asyik langsung dari pakarnya dengan mempelajari proses pembuatan berita mulai dari wawancara, pengolahan data hingga penyiaran!

Kelas Online
Journalism
Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data

Saatnya ambil peran dengan menjadi pelopor berita investigatif dengan menyajikan informasi yang kredibel, informatif dan mendalam! Pelajari treatment khusus dalam mengemas serta melakukan kurasi berita dengan menyajikan fakta serta data dengan metode storytelling. Daftarkan dirimu di kelas “Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data”.

Kelas Online
Content Production
Rahasia Storytelling Keren, Bikin Konten Makin Beken

Kamu adalah calon content creator professional! Kunci utamanya adalah, menyajikan cerita yang kuat dan mampu membangun emosi dengan audience. Karena itu, kamu harus belajar mengenai storytelling & copywriting untuk mengembangkan ide kreatif! Jangan lewatkan kesempatannya, segera daftarkan dirimu di kelas Narasi Academy kali ini.

Kelas Online
Journalism
KILAT (Kelas Intensif Ilmu Data & Jurnalistik)

Kamu bisa jadi inovator dalam menyebarkan berita yang berkualitas dan kredibel! Caranya dengan menjadi citizen journalism. Setelah mengetahui dasar-dasar ilmu jurnalistik, sekarang kamu mampu mengemas & memproduksi sebuah berita. Pentingnya penyampaian informasi serta mencari point of view yang tepat juga kamu pelajari di kelas kali ini.

Kelas Online

TERPOPULER

KOMENTAR

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya