Savana Gunung Bromo Kembali Menghijau Usai Terbakar Akibat Suar Pengunjung

23 Oktober 2023 13:10 WIB

Narasi TV

Pengunjung menaiki kuda di Kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (16/10/2023). Kawasan tersebut mulai ditumbuhi vegetasi sehingga tampak hijau setelah terbakar pada Rabu (6/9) dan padam pada Kamis (14/9). Sumber: Antara.

Penulis: Rusti Dian

Editor: Margareth Ratih. F

Savana Gunung Bromo kembali menghijau pasca terbakar akibat suar yang dibawa pengunjung Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Terlihat vegetasi rumput dan pakis mendominasi kawasan padang rumput tersebut.

“Sebagian besar sudah ditumbuhi dengan vegetasi rumput dan pakis yang dominan,”ujar Ketua Tim Data Evaluasi Kehumasan Balai Besar TNBTS, Hendra pada Minggu (15/10/2023) dikutip dari Antara.

Balai Besar TNBTS tengah menyiapkan kelengkapan yang menjadi vegetasi endemik di savana Gunung Bromo. Mengingat hanya lokasi tertentu saja yang memiliki vegetasi campuran seperti pohon cemara dan akasia. 

Upaya penanaman terus dilakukan oleh pihak TNBTS untuk menghijaukan kembali savana Gunung Bromo.Hingga kini, di beberapa titik masih terlihat warna hitam sisa kebakaran hutan dan lahan yang melanda pada September lalu. Harapannya, savana ini akan kembali seperti semula seiring dengan musim hujan tiba.

Imbauan bagi pengunjung

Pasca ditutup pada 6-18 September 2023, kini pengunjung TNBTS sudah mulai banyak. Menurut catatan Balai Besar TNBTS, sudah sebanyak 2.700 pengunjung atau setara 80-90 persen datang setiap harinya. 

“Terkait kunjungan ke kawasan Bromo sudah mulai banyak. Kurang lebih 80-90 persen total kuota (2.700 pengunjung) yang ditetapkan per hari,”pungkas Hendra.

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani juga mengimbau kepada pengunjung agar tetap menaati peraturan. Hal tersebut lantaran kondisi savana yang masih belum pulih dan musim kemarau masih melanda.

“Mohon untuk pengunjung bisa tetap waspada untuk tidak menimbulkan api yang mungkin menyulut terjadinya kebakaran di dalam kawasan,”ujar Septi pada Kamis (19/10/2023), dikutip dari Antara.

Bagi pengunjung yang akan melaksanakan prewedding dan penelitian dapat mengurus Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) terlebih dulu. Petugas di pintu masuk akan mengarahkan langkah mengurus Simaksi tersebut.

Larangan pengunjung Bromo

Perlu diperhatikan, pengunjung wisata Gunung Bromo dilarang:

  • Mengambil, memetik, memotong tumbuhan dan/atau bagian serta benda lain.
  • Menangkap, melukai, dan/atau membunuh satwa dalam kawasan.
  • Membawa binatang ke dalam atau keluar kawasan.
  • Membawa minuman keras atau beralkohol.
  • Membawa obat-obatan terlarang seperti putau, heroin, ganja, dan sejenisnya.
  • Membawa alat musik dan alat bunyi-bunyian lain.
  • Membawa alat elektronik seperti handy talky, radio tape, kecuali jam tangan.
  • Membawa senjata api, senapan angin, bahan peledak, dan senjata tajam lainnya.
  • Membawa alat berburu seperti senapan api, senapan panah, dan lain-lain.
  • Membawa bahan detergen dan bahan pencemaran lain yang membahayakan lingkungan.
  • Membawa cat semprot dan jenis pewarna lain.
  • Melakukan vandalisme dan tempel menempel yang merusak fasilitas wisata.
  • Membuang sampah dalam kawasan dan tidak membawa turun kembali sampah bawaannya.
  • Membuat api unggun dan/atau perapian dalam kawasan yang dapat menimbulkan kebakaran hutan.
  • Melakukan perbuatan asusila.

Sebelumnya, savana Lembah Watangan Gunung Bromo atau Bukit Teletubbies mengalami kebakaran pada Rabu (6/9/2023). Api berasal dari suar yang dinyalakan oleh pasangan saat sedang melakukan sesi foto prewedding.

Akibat kebakaran tersebut, wisata Gunung Bromo ditutup total untuk pengunjung. Efek domino pun dirasakan oleh warga sekitar. Enam desa di sekitar Lembah Watangan mengalami krisis air bersih karena pipa PVC dari sumber mata airnya rusak.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR