Stoicism adalah filosofi hidup yang memaksimalkan emosi positif dengan mengurangi emosi negatif dan membantu individu untuk mengasah karakter baiknya. Dengan kata lain, filosofi ini bertujuan agar seseorang bisa menguasai diri sendiri.
Filosofi ini bisa menjadi solusi dengan kehidupan sekarang, dimana permasalahan manusia cukup kompleks dan berkembang. Pasalnya, stoisisme menawarkan cara langsung untuk menemukan ketenangan dan menguatkan karakter seseorang dengan penerimaan.
Dalam stoisisme, ada dua dimensi dalam kehidupan yaitu dimensi internal dan eksternal. Dimensi internal bicara tentang segala sesuatu yang dikendalikan diri sendiri. Contohnya adalah pola pikir, cara merespon, dan sejenisnya.
Dimensi lainnya yaitu dimensi eksternal yang berarti segala sesuatu di luar kendali kita. Contohnya adalah pendapat orang lain, persepsi orang lain tentang kita, dan lain sebagainya.
Dalam filosofi stoisisme (Stoa), ada empat kebajikan yang diyakini yaitu keberanian, kesederhanaan, keadilan, dan kebijaksanaan. Jika ada sesuatu yang lebih baik dari empat hal itu, pastilah kamu akan menjadi orang yang luar biasa.
Praktik stoisisme dalam kehidupan
Berikut praktik stoisisme yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari:
- Fokus pada apa yang bisa dikendalikan
Ingat bahwa stoisisme memiliki dua dimensi yaitu internal dan eksternal. Kamu hanya bisa mengontrol dimensi internal alias dirimu sendiri. Alih-alih membenarkan persepsi orang lain, lebih baik berbuat sesuai apa yang kamu yakini.
Sayangnya, sebagian orang terlalu memikirkan dimensi eksternal alias pendapat orang lain. Mereka banyak menghabiskan waktu dan energi untuk mengurusi hal-hal di luar kendalinya. Padahal, tidak semua hal di dunia ini bisa kita kendalikan sendiri.
Contohnya adalah ketika mati listrik, kita pasti akan frustasi. Daripada menyalahkan pihak lain atau marah-marah, kita bisa bermain HP atau sekadar mengobrol dengan orang di sekitar.
- Ambil tindakan
Ambil tindakan di sini maksudnya adalah menentukan tindakan yang sesuai dengan kapasitas diri. Tindakan ini pun harus memiliki nilai dan tujuan yang dipilih dengan cermat.
Jika menggunakan contoh kasus yang sama dengan sebelumnya, kamu bisa mengambil tindakan dengan cara menyalakan lilin atau senter sebagai sumber penerangan. Dengan begitu, kamu tidak akan merasa frustasi karena gelap.
- Berbuat baik
Dalam stoisisme, berbuat baik dapat menghasilkan kebahagiaan. Kaum stoik meyakini bahwa kebaikan tidak membuatnya bahagia. Membantu orang lain adalah cara hidup yang benar dan alami.
- Kendalikan keinginan atau kepentingan diri sendiri
Ego hanya akan mendorongmu melakukan sesuatu demi pengakuan. Tak jarang kamu akan melakukan hal-hal buruk demi memenuhi kebutuhan egomu.
Kaum stoik meyakini bahwa dengan mengendalikan ego, maka kamu bisa hidup lebih baik. Terlalu mengedepankan keinginan atau kepentingan diri justru dapat menghambat pekerjaanmu. Cukup lakukan dengan tekun, sabar, dan konsisten tanpa mengharapkan pengakuan.
- Menjadi teladan
Menjadi stoik berarti berani menjadi teladan. Artinya, apapun yang keluar dari mulutmu bukan hanya sebatas teori dan kata-kata. Lebih dari itu, orang lain membutuhkan tindakan nyata atas apa yang kamu yakini.
- Merespon kegagalan
Kegagalan memang seringkali membuat kita kecewa. Namun, sebenarnya kita sedang dikecewakan oleh ekspektasi yang dibuat sendiri. Kita selalu berpikir apa yang kita lakukan dengan kerja keras akan menghasilkan apa yang kita inginkan.
Alih-alih menyalahkan diri sendiri, kamu bisa melakukan evaluasi dari apa yang membuatmu merasa gagal. Dengan begitu, kamu bisa bekerja membuat segalanya lebih baik di kemudian hari.
- Kurangi mengeluh
Mengeluh justru akan membuat pikiran semakin kesal. Daripada mengeluh yang dapat membuang energi tanpa hasil, lebih baik habiskan energi untuk melakukan sesuatu yang lebih baik.
- Bersyukur
Terakhir adalah bersyukur dengan apa yang ada dan terjadi dalam hidupnya. Ada berbagai macam cara untuk bersyukur. Salah satunya adalah dengan berlatih kemalangan.
Dengan berlatih kemalangan, kamu seolah diingatkan untuk mensyukuri apa yang ada. Ini hampir sama dengan ajaran puasa, bersemedi, dan sejenisnya. Untuk berlatih kemalangan pun tidak perlu yang terlalu ekstrem. Cukup lakukan hal-hal yang sederhana saja.
Demikian penjelasan mengenai filosofi hidup ala stoisisme. Apakah kamu sudah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari?
