Yang Terjadi Sebelum Iwan Bule Umumkan Percepat Kongres Luar Biasa PSSI

31 Oktober 2022 10:56

Narasi TV

Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan alias Iwan Bule tampak asik bermain sepak bola bersama Presiden FIFA Gianni Ifantino di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/10/2022) malam/ Twitter PSSI

Penulis: Jay Akbar

Editor: Akbar Wijaya

Ada aspek hukum, ekonomi, dan politis yang melatarbelakangi keputusan PSSI mempercepat pelaksanaan KLB.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule secara tiba-tiba mengumumkan keputusan mempercepat Kongres Luar Biasa (KLB), Sabtu (29/10/2022).

Keputusan ini diambil usai rapat darurat yang diikuti 12 anggota Executive Committee (Exco), Jumat (28/10/2022) malam.

Inti dari rapat tersebut adalah membahas  surat permohonan Persis Solo dan Persebaya Surabaya agar KLB dipercepat. Dengan dalih tak ingin terjadi perpecahan di antara anggotanya, Exco PSSI akhirnya menyetujui permohonan dua klub tersebut.

Dalih ini menarik diperiksa sebab sebelumnya Exco PSSI selalu bersikukuh menolak KLB yang merupakan bagian dari rekomendasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Tragedi (TGIPF) di Stadion Kanjuruhan.

Exco PSSI selalu beralasan berdasarkan statuta PSSI, KLB hanya bisa dilakukan apabila ada usulan dari ⅔ anggota. Tanpa syarat itu menggelar KLB adalah bentuk pelanggaran.

Lantas seberapa masuk akal dalih PSSI tak ingin ada perpecahan dapat diterima? Apa saja peristiwa yang terjadi sebelum keputusan mempercepat KLB diumumkan Iwan Bule?

Pertanyaan-pertanyaan ini penting guna memastikan bahwa KLB yang akan digelar benar-benar berangkat dari kesadaran dan tanggung jawab moral para pengurus PSSI terhadap ratusan korban meninggal dan luka dalam tragedi Kanjuruhan.

Bukan sekadar upaya kompromi yang berkaitan dengan urusan hukum apalagi bisnis sepak bola.

27 Oktober 2022: Iwan Bule Dapat Panggilan Pemeriksaan Kedua 

Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan alias Iwan Bule mendapat panggilan pemeriksaan kedua terkait kasus tragedi Kanjuruhan dari penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Kamis (28/10/2022). 

Iwan rencananya akan diperiksa sebagai saksi bersama 14 orang saksi lain yang terdiri atas panitia pelaksana Arema, petugas keamanan atau steward, pengurus PSSI, dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Namun Iwan tidak memenuhi panggilan ini.

“(Saksi) yang tidak hadir Ketua PSSI. Alasannya karena beliau (Iwan Bule) sedang ada kegiatan dengan FIFA atau dengan PSSI yang tidak bisa ditinggalkan. Acaranya di Jakarta,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto dikutip Antara, Kamis (31/10/2022).

Dirmanto mengatakan Iwan Bule telah mengajukan surat penundaan jadwal pemeriksaan ke hari Kamis, 3 November 2022.

"Sesuai surat yang kami terima, beliau (Iwan Bule) berencana tanggal 3 November hadir di Polda Jatim," ujar Kabid Humas.

Iwan Bule sempat menjalani pemeriksaan pertama di Polda Jatim, Kamis (20/10/2022). Selain Iwan Bule hari itu penyidik Ditreskrimum Polda Jatim juga memeriksa Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto. Keduanya dicecar pertanyaan seputar tragedi Kanjuruhan.

27 Oktober 2022: Polisi Umumkan Peluang Tersangka Baru dalam Kasus Tragedi Kanjuruhan

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Dirmanto memberi sinyal kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tragedi Kanjuruhan. Dirmanto mengatakan penyidikan bersifat dinamis lantaran penyidik sedang mendalami subjek hukum lainnya.

"Penyidikan dinamis dan penyidik sekarang sedang mendalami subjek hukum lainnya. Nanti ditunggu saja hasil pemeriksaan itu oleh penyidik," kata Dirmanto dikutip Antara saat ditanya potensi tersangka baru dalam kasus tragedi Kanjuruhan, Kamis (27/10/2022).

Sinyal adanya tersangka baru dalam tragedi Kanjuruhan dipertegas oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo.

“Soal tersangka baru ada, nanti (disampaikan) menunggu petunjuk jaksa,” kata Dedi Sabtu (29/10/2022).

Namun begitu Dedi tak menyebutkan siapa dan dari unsur mana calon tersangka baru kasus tragedi Kanjuruhan.

Polda Jatim telah melimpahkan berkas perkara enam tersangka tragedi Kanjuruhan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Pelimpahan tahap pertama berkas perkara dari enam orang tersangka itu dibagi dalam tiga berkas.

Berkas pertama dengan tersangka Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita. Dia dijerat pasal 359 dan atau pasal 360 KUHP dan pasal 103 ayat 1 junto pasal 52 UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Sedangkan berkas perkara kedua adalah untuk tersangka Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris dan security officer Suko Sutrisno yang dijerat pasal 359 dan atau Pasal 360 KUHP dan atau pasal 103 ayat 1 junto pasal 52 UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Ketiga adalah berkas perkara dengan tersangka Kabag Ops. Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi; dan Komandan Kompi Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman. Ketiga anggota Polri itu dijerat pasal 359 dan atau pasal 360 KUHP.

28 Oktober 2022: Anggota TGIPF Sebut Ketua PSSI dan Direktur Arema FC Bisa Jadi Tersangka

Akmal Marhali, Anggota TGIPF yang diketuai Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan Ketua PSSI Mochammad Iriawan dan Direktur Utama Arema FC bisa saja menjadi tersangka dalam kasus tragedi Kanjuruhan.

"Kalau korporasi yang bertanggung jawab direktur utama seperti halnya PT LIB. Ini ada di Peraturan Mahkamah Agung Nomor 13 Tahun 2016 soal tata cara pidana korporasi," kata Akmal Marhali dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (28/10/2022).

Akmal menjelaskan bahwa di level korporasi yang bertanggung jawab adalah direktur utama, direktur operasional, dan juga direktur umum yang bisa dijerat karena mereka mengoperasional sesuai dengan jabatannya.

"PSSI termasuk korporasi maka tanggung jawabnya pada ketua," ujarnya.

Dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 13 Tahun 2016 Pasal 1 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan korporasi adalah kumpulan orang dan/atau kekayaan yang terorganisasi, baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum.

"Karena IB (Iwan Budianto) posisinya sebagai direktur utama, presiden itu tidak ada di struktur operasional korporasi. Posisinya komisaris. Sebagai saksi, sangat lemah kalau jadi tersangka," kata Akmal.

Selain menjabat sebagai Direktur Arema FC, Iwan Budianto juga berposisi sebagai Wakil Ketua Umum PSSI. Iwan telah menjalani pemeriksaan pertama sebagai saksi dalam tragedi Kanjuruhan di Polda Jawa Timur pada Kamis 20 Oktober 2022.

28 Oktober 2022: PSSI Berharap Kompetisi Liga Digulirkan Kembali

Pembekuan izin pertandingan liga oleh pemerintah sejak 2 Oktober memberi pukulan telak bagi federasi maupun klub-klub di Liga 1, Liga 2, dan Liga 3. Sebab, pertandingan merupakan salah satu sumber pemasukan dana terbesar bagi mereka, khususnya Liga 1.

Sehari sebelum mengumumkan keputusan percepatan KLB, Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan masih menyampaikan harapan agar pemerintah memberi "lampu hijau" penyelenggaraan Liga 1 Indonesia musim 2022-2023.

"Kami terus berkoordinasi karena izinnya dari pemerintah," ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dikutip Antara di Jakarta, Jumat (28/10/2022).

Iwan sempat mengatakan bahwa pihaknya tengah berkonsentrasi untuk mempersiapkan lagi jalannya kompetisi. Menurut pria yang akrab disapa Iwan Bule itu, operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah memiliki beberapa pilihan terkait jalannya Liga 1 ke depan.

"LIB akan memaparkan opsi-opsi itu kepada kami," tutur Iriawan.

Liga 1 Indonesia musim 2022-2023, ditambah Liga 2 dan Liga 3, rencananya akan digelar lagi pada akhir November 2022 atau setelah Gugus Tugas Transformasi Sepak Bola Indonesia menelurkan aturan baru terkait keamanan dan keselamatan di stadion.

Gugus tugas itu beranggotakan perwakilan dari FIFA, AFC, PSSI, Pemerintah Indonesia dan Polri. Namun sampai sekarang belum ada titik terang soal jadwal tersebut.

Dalam laporan rekomendasinya TGIPF menilai sudah sepatutnya Ketua Umum Mochammad Iriawan alias Iwan Bule dan jajaran Exco PSSI mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral atas jatuhnya ratusan korban meninggal maupun luka-luka dalam peristiwa di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Selain itu TGIPF juga merekomendasikan digelarnya KLB untuk menghasilkan kepemimpinan dan kepengurusan PSSI yang baru.

Jika dua hal itu tidak dilakukan pemerintah mengancam tidak akan memberikan izin pertandingan liga sepakbola profesional di bawah PSSI yaitu Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, sampai dengan terjadinya perubahan dan kesiapan yang signifikan oleh PSSI dalam mengelola dan menjalankan kompetisi sepakbola di tanah air. 

28 Oktober Istana Bantah Jokowi Masih Ingin  Iwan Bule Pimpin PSSI

Faldo Maldini, Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Faldo membantah kabar bahwa Presiden Jokowi masih merestui Iwan Bule menjabat sebagai Ketua PSSI usai bertemu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Rabu (26/10/2022) lalu.

"Presiden Jokowi dan Mensesneg Pratikno tidak pernah menyampaikan harapan agar Bapak Iriawan terus duduk sebagai Ketua PSSI. Kepemimpinan federasi semuanya harus mengikuti statuta FIFA dan mekanisme keorganisasian," ujarnya.

Bantahan secara politis memojokkan posisi Iwan Bule sebagai ketua dan memberi sinyal bahwa izin penyelenggaraan kompetisi tidak akan dikeluarkan sebelum PSSI menjalankan rekomendasi TGIPF untuk mundur dan menggelar KLB.

ARTIKEL TERKAIT

TEKS

Jejak Teror Agus Sujatno Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar Bandung

TEKS

Mentan Sebut Impor Beras Saat Stok Aman Bukan Persoalan

TEKS

Polisi Selidiki Motor Biru Berstiker ISIS dengan Tulisan KUHP Hukum Syirik di Polsek Astananyar Bandung

TEKS

Fakta-Fakta Seputar Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Kota Bandung

TEKS

Baru Pamer Penghargaan Swasembada, Kok Pemerintah Malah Impor Ratusan Ribu Ton Beras?

TEKS

Dari Kompor, Penanak Nasi, Sampai Motor, Mengapa Pemerintah Doyan Subsidi Barang-Barang Listrik?

VIDEO TERKAIT

18:49

Dihujani Kritik, DPR Setujui RKUHP Jadi Undang-Undang

13:11

Dokter TGIPF Kanjuruhan: Ada Senyawa Lain dalam Gas Air Mata

12:04

Mahfud MD: "Tim Investigasi Selalu Ompong"

00:59

Klub Sepak Bola Argentina Bikin Inovasi Jersey untuk Ibu Menyusui

19:07

Korban Perkosaan di Kemenkop UKM Mencari Keadilan

19:08

Kesaksian Dari Dekat Sekali Pada Batas Hidup Dan Mati di Kanjuruhan

12:57

Duka Kanjuruhan, Duka Mereka yang Kehilangan

14:08

Kasus Kanjuruhan Bikin Kepercayaan Publik terhadap Polri Merosot

24:15

Ada Apa dengan Polri? Dari Kasus Sambo, Kanjuruhan, Narkoba, Judi dan Dipanggil Jokowi

02:14

TGIPF: Proses Jatuhnya Korban Lebih Mengerikan daripada yang Beredar di Media

NARASI ACADEMY

Content Production
Bikin Video Estetik Tanpa Modal Untuk Investasimu

Sumber penghasilan dari seorang content creator cukup menjanjikan lho, asal kamu harus konsisten untuk menciptakan konten kreatif yang berkualitas. Yuk investasi untuk jadi content creator profesional tanpa modal! Pelajari proses produksi konten secara menyeluruh, memberikan mood hingga menciptakan konten video agar terlihat lebih estetik.

Kelas Online
Content Production
Jadi Content Creator Nggak Pakai Repot

Belakangan ini, content creator menjadi salah satu profesi yang mengasyikan dan menjanjikan! Tapi, kamu harus punya mental yang kuat, memahami esensi, dan bersikap visioner dalam membuat konten. Pada kelas kali ini, Narasi Academy akan akan membantumu agar memiliki kemampuan tersebut, dengan dibimbing oleh narasumber profesional!

Kelas Online
Journalism
Cara Asyik Belajar Jurnalistik

Aksesibilitas informasi membuat semua orang berlomba-lomba menjadi seorang Jurnalis instan! Tapi, gimana ya caranya biar tetap kredibel, bertanggung jawab dan cekatan? Pelajari ilmu jurnalistik dengan cara yang asyik langsung dari pakarnya dengan mempelajari proses pembuatan berita mulai dari wawancara, pengolahan data hingga penyiaran!

Kelas Online
Journalism
Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data

Saatnya ambil peran dengan menjadi pelopor berita investigatif dengan menyajikan informasi yang kredibel, informatif dan mendalam! Pelajari treatment khusus dalam mengemas serta melakukan kurasi berita dengan menyajikan fakta serta data dengan metode storytelling. Daftarkan dirimu di kelas “Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data”.

Kelas Online
Content Production
Rahasia Storytelling Keren, Bikin Konten Makin Beken

Kamu adalah calon content creator professional! Kunci utamanya adalah, menyajikan cerita yang kuat dan mampu membangun emosi dengan audience. Karena itu, kamu harus belajar mengenai storytelling & copywriting untuk mengembangkan ide kreatif! Jangan lewatkan kesempatannya, segera daftarkan dirimu di kelas Narasi Academy kali ini.

Kelas Online
Journalism
KILAT (Kelas Intensif Ilmu Data & Jurnalistik)

Kamu bisa jadi inovator dalam menyebarkan berita yang berkualitas dan kredibel! Caranya dengan menjadi citizen journalism. Setelah mengetahui dasar-dasar ilmu jurnalistik, sekarang kamu mampu mengemas & memproduksi sebuah berita. Pentingnya penyampaian informasi serta mencari point of view yang tepat juga kamu pelajari di kelas kali ini.

Kelas Online

TERPOPULER

KOMENTAR

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya