Ayah Mahasiswa Terjerat Kabel Fiber Optik Tuntut Keadilan, Perusahaan: Bukan Kelalaian Kami

4 Agustus 2023 16:08 WIB

Narasi TV

Tim Dokkes Polri dan Polres Metro Jakarta Selatan mengecek kondisi Sultan Rif’at Alfatih, korban kecelakaan kabel serat optik, di Jakarta, Kamis (3/8/2023). (ANTARA/HO-Divisi Humas Polri)

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Rizal Amril

Seorang mahasiswa Universitas Brawijaya bernama Sultan Rif’at Alfatih mengalami kecelakaan akibat terjerat kabel fiber optik di Jakarta Selatan pada Januari 2023 lalu. 

Hingga saat ini, Sultan masih belum bisa bicara dan tidak bisa makan dan minum secara normal. 

Ayah Sultan, Fatih, masih mencari keadilan dan menuntut pertanggungjawaban dari perusahaan pemilik kabel optik tersebut. 

Kronologi terjerat kabel optik 

Sultan Rif’at Alfatih (20) mengalami insiden terjerat kabel fiber optik yang menjuntai ke jalan pada tanggal 5 Januari 2023.

Pada saat itu, Sultan tengah mengendarai sepeda motor bersama temannya-temannya. Ketika sampai di Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, terdapat kabel fiber optik yang menjuntai dan mengakibatkan kemacetan. 

Kabel itu kemudian tersangkut dan terseret oleh mobil yang berada di depan motor Sultan, lantas terlontar ke belakang dan menjerat leher Sultan. 

Sultan seketika terpental dari motor dan tak sadarkan diri. Belakangan diketahui bahwa jeratan kabel itu memutus tulang rawan di tenggorokan Sultan. 

Usai kejadian, Sultan segera dilarikan ke RS Fatmawati dan menjalani beberapa prosedur operasi. 

Masih belum bisa bicara dan makan

Kerusakan pada organ tenggorokan Sultan membuat saluran makan dan pernapasannya tidak dapat berfungsi secara normal. 

Sultan harus menggunakan alat bantu berupa selang yang dimasukkan melalui hidungnya untuk makan dan minum. Makanan yang ia konsumsi juga harus dalam bentuk cair. 

Tujuh bulan berlalu usai kecelakaan tersebut, Sultan masih belum bisa bicara dan makan, bahkan sekadar untuk menelan ludah. 

Akibatnya, berat badan Sultan turun drastis dari 67 kilogram menjadi 47 kilogram.

Perjalanan menuntut keadilan

Fatih saat ini tengah memperjuangkan haknya sebagai korban atas musibah yang menimpa anaknya. 

Mengutip detik.com, Fatih mengaku telah mendatangi kantor perusahaan pemilik kabel fiber optik yang terletak di Jakarta Pusat pada 5 Juni 2023. 

Keesokan harinya, perwakilan perusahaan datang ke rumah Fatih dan mengakui bahwa kabel itu memang benar milik mereka. 

Mereka juga menyampaikan keprihatinan dan berjanji akan bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut sesuai dengan standar perusahaan.

Fatih pun meminta agar perusahaan mengganti seluruh biaya pengobatan yang sudah ia keluarkan untuk Sultan.

Namun, hingga saat ini, tidak ada tindak lanjut dari kunjungan tersebut.

Fatih didampingi kuasa hukum Tegar Putuhena mendatangi Polda Metro Jaya pada Rabu (2/8/2023) untuk berkonsultasi kepada penyidik terkait insiden yang dialami oleh Sultan. 

Tegar menyatakan pihaknya melaporkan PT Bali Towerindo Sentra Tbk selaku pemilik kabel optik untuk menuntut pertanggungjawaban atas dugaan kelalaian yang mengakibatkan luka berat. 

Bantah tuduhan lalai

Sementara itu, melansir Antara, PT Bali Tower membantah adanya kelalaian perusahaan dalam pengelolaan kabel.

"Ini bukan terjadi karena kelalaian kami, perusahaan secara rutin melakukan perawatan berkala untuk memastikan ketinggian kabel berada dalam kondisi normal dan tidak mengganggu lalu lintas," ujar kuasa hukum PT Bali Tower Maqdir Ismail dalam konferensi pers pada Kamis (3/8/2023).

Menurut Maqdir, PT Bali Tower melakukan peninjauan ketinggian kabel pada 7 dan 26 Desember 2022 dan saat itu dinyatakan dalam keadaan normal.

Berdasarkan penelusuran internal perusahaan, kata Maqdir, PT Bali Tower menduga kabel fiber optik yang menjerat Sultan disebabkan adanya truk besar dengan ketinggian 5,5 meter yang melintasi lokasi tersebut.

Truk tersebut diduga menabrak kabel, membuat tiang melengkung dan kabel melandai. Kondisi tersebut, sebut Maqdir, kemungkinan menjadi alasan mengapa kabel dapat menjerat leher Sultan.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR