Daftar Produk yang Terancam Diboikot Imbas Serangan Israel di Gaza

4 November 2023 17:11 WIB

Narasi TV

Ilustrasi - Seorang warga membawa bendera "Free Palestine" dalam acara reli "Black Lives Matter" yang diadakan untuk mendukung keluarga Anthony McClain di Pasadena, California, Amerika Serikat, Senin (17/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Christian Monterrosa/hp/cfo

Penulis: Moh. Afaf El Kurniawan

Editor: Rizal Amril

Serangan Israel terhadap Jalur Gaza yang menewaskan ribuan orang, sebagian besar warga sipil Palestina, dan melukai ribuan lainnya, telah menimbulkan kemarahan dan kecaman dari dunia internasional.

Banyak negara, organisasi, dan individu yang mendukung perjuangan Palestina dan menentang kebijakan Israel yang dianggap melanggar hak asasi manusia dan hukum internasional.

Salah satu bentuk dukungan dan protes yang dilakukan oleh pendukung Palestina adalah dengan melakukan boikot terhadap produk-produk atau perusahaan-perusahaan yang berafiliasi atau mendukung Israel.

Boikot ini bertujuan untuk memberikan tekanan ekonomi dan politik kepada Israel agar menghentikan agresinya dan mengakui hak-hak Palestina.

Boikot ini dilakukan dalam rangka gerakan Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS), yaitu gerakan global yang mendorong boikot, divestasi, dan sanksi terhadap Israel.

Gerakan ini diluncurkan pada tahun 2005 oleh 170 organisasi masyarakat sipil Palestina, dan telah mendapatkan dukungan dari berbagai negara, tokoh, artis, akademisi, dan aktivis di seluruh dunia.

Daftar produk yang terancam diboikot

Gerakan BDS tidak hanya memboikot produk-produk atau perusahaan-perusahaan Israel, tetapi juga perusahaan-perusahaan internasional yang terlibat dalam pendudukan, penjajahan, atau diskriminasi terhadap rakyat Palestina. 

Beberapa produk atau perusahaan yang menjadi target boikot BDS antara lain:

1. Hewlett Packard (HP)

Perusahaan teknologi Amerika ini dituduh membantu Israel dalam mengawasi dan membatasi pergerakan warga Palestina dengan menyediakan sistem ID biometrik, komputer, printer, dan scanner kepada pemerintah dan militer Israel.

2. PUMA

Perusahaan olahraga Jerman ini menjadi sponsor resmi Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA), yang mencakup klub-klub yang berbasis di permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. 

Hal ini dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional oleh Israel.

3. Google

Perusahaan raksasa internet ini dikritik karena menghapus nama Palestina dari peta Google Maps dan menggantinya dengan nama Israel. 

Hal ini dianggap sebagai bentuk penghapusan identitas dan sejarah Palestina oleh Israel.

4. Amazon

Perusahaan e-commerce Amerika ini dituduh mendiskriminasi warga Palestina dengan memberikan layanan pengiriman gratis kepada pelanggan di Israel, termasuk di permukiman ilegal di Tepi Barat, tetapi tidak kepada pelanggan di wilayah Palestina.

5. HD Hyundai, Volvo, CAT, dan JCB

Perusahaan mesin seperti HD Hyundai, Volvo, CAT, dan JCB juga disebut terlibat karena Israel menggunakan mesin yang diproduksi perusahaan-perusahaan tersebut dalam upaya pemukiman wilayah Palestina secara ilegal.

Mesin-mesin dari perusahaan tersebut turut digunakan dalam penghancuran rumah, lahan pertanian, dan bisnis warga Palestina.

6. HikVision

Israel diketahui menggunakan produk berupa kamera CCTV beresolusi tinggi dari perusahaan teknologi pengawasan dari China.

Kamera dari HikVision diketahui digunakan Israel untuk memantau daerah pemukiman dan dipasang pada infrastruktur militer Israel guna mengawasi warga Palestina.

Indonesia menjadi salah satu negara tempat HikVision beroperasi.

7. TKH Security

Serupa dengan HikVision, kamera yang dibuat oleh TKH Security juga disebut digunakan oleh Israel untuk mengawasi warga Palestina.

Secara spesifik, kamera buatan TKH Security digunakan polisi Israel untuk memperkuat aparthaid.

8. McDonald’s

Waralaba kedai burger asal Amerika satu ini juga turut menjadi salah satu jenama yang banyak diboikot. Hal tersebut bermula setelah McDonald’s Israel secara terbuka memberikan bantuan makanan kepada anggota militer Israel (IDF) selama serangan Hamas ke Israel di awal Oktober lalu.

Hal tersebut kemudian mendapatkan kecaman, seiring dengan eskalasi konflik Israel-Hamas yang kian memanas.

Kecaman tersebut juga datang dari McDonald's dari negara-negara Arab, seperti Arab Saudi, Oman, Kuwait, Uni Emirat Arab, Yordania, dan Turki.

Melansir REUTERS, pihak McDonald's Arab Saudi telah mengeluarkan pernyataan bahwa bantuan makanan ke militer Israel adalah murni kebijakan McDonald's Israel dan tidak berhubungan dengan McDonald's secara global.

Meskipun pemboikotan McDonald's bukan inisiasi BDS, namun BDS mengikutsertakan perusahaan ini dalam daftar boikot dan menyatakan bahwa pemboikotan diinisiasi oleh gerakan akar-rumput organik.

Dalam keterangan BDS, perusahan tersebut "telah secara terbuka mendukung Israel dan/atau memberikan sumbangan dalam bentuk barang kepada militer Israel".

9. AXA Insurance

Perusahaan asuransi multinasional asal Prancis ini juga turut menjadi sasaran boikot.

Perusahaan yang beroperasi di Eropa, Amerika Utara, dan Asia ini diboikot lantaran termasuk dalam perusahaan raksasa yang ikut berinvestasi pada perusahaan penyokong pemukiman ilegal Israel di Palestina.

Pada 2015 lalu, AXA diketahui pernah berinvestasi ke sejumlah bank (Hapoalim, Leumi, serta Mizrahi) dan produsen senjata terkemuka Israel (Elbit Systems) yang terlibat dalam upaya pemukiman Israel di Palestina.

Meskipun telah menjual sebagian besar saham mereka di perusahaan-perusahaan Israel tersebut sejak 2018, namun perusahaan ini disebut kembali berinvestasi ke perusahaan-perusahaan yang juga terlibat dalam pemukiman ilegal Israel, seperti General Mills, Manitou, CETCO Group, RE/MAX Holdings, Solvay, dan Terex pada 2021 lalu.

10. Coca-Cola

Coca-Cola diketahui memiliki pabrik di kawasan Atarot, meskipun Atarot merupakan daerah yang disebut sebagai daerah pemukiman ilegal Israel di Palestina.

11. Siemens

Konglomerat Jerman yang berfokus pada produsen manufaktur ini juga masuk dalam daftar boikot karena dianggap mendukung Israel.

Hal tersebut dikarenakan Siemens merupakan pemegang kontrak pembangunan proyek EuroAsia Interconnector.

Proyek tersebut merupakan proyek pembangunan kabel listrik bawah laut yang akan menghubungkan jaringan listrik Israel dengan jaringan listrik Eropa dan menjadi sarana utama perdagangan listrik Israel-Eropa yang dihasilkan dari gas fosil.

12. Chevron 

Perusahaan energi terbesar di dunia ini juga disebut secara tak langsung turut andil dalam upaya pemukiman Israel di tanah Palestina.

Hal tersebut dikarenakan Chevron merupakan pemegang hak operasi tambang minyak bumi di kawasan Laut Tengah yang diklaim dimiliki oleh Israel.

Berkat kerja sama Israel-Chevron tersebut, Israel diperkirakan mendapatkan miliaran dolar dari proyek penambangan minyak bumi tersebut.

Chevron juga merupakan perusahaan yang pernah bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) di Kalimantan Timur, sebelum perusahaan tersebut menyatakan mengundurkan diri sejak 2021 lalu.

13. SodaStream

SodaStream merupakan perusahaan manufaktur pembuat minuman berkarbonasi yang berbasis di Israel.

Perusahaan ini disebut terlibat dalam kebijakan Israel menggusur warga Badui-Palestina di Naqab. Perusahaan ini juga memiliki catatan tentang diskriminasi terhadap pekerja Palestina.

*Artikel ini diedit pada Minggu (5/11/2023) untuk menambahkan daftar jenama yang terancam diboikot imbas konflik Israel-Hamas di Gaza.

Sumber: https://bdsmovement.net/news/what-boycott-now-help-stop-israel%E2%80%99s-unfolding-genocide-palestinians-gaza

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR